Menikah itu…..

index

sumber

Bismilahirhmanirahiim

Hola hola hola

Mumpung masih suasana lebaran, sekalian aja deh aku mau ngucapin minal aidzin wal faidzin ya buat yang suka baca tulisanku *overconfident *padahalgaada

Kali ini aku mau bahas soal stereotype masyarakat di desaku. Berharap tak ada warga atau tetangga yang baca karena bisa berabe kalau baca. Ok back to topic, jadi setiap lebaran itu ada kebiasaan yang rasa disetip daerah pun sama yaitu nikahan. Iya di moment-moment lebaran seperti sekarang, banyak sekali acara nikahan yang diselenggarakan dan dilangsungkan. Mungkin acara pernikahan seperti itu diadakan sengaja sekaian reuni dengan teman-teman lama, berkumpul dan mengobrol ngalor ngidul soal masa lalu entah itu saat masih SD, SMP, SMA ataupun kuliah. Kebiasaan itu teras berlangsung, dan kadang setiap hari ada saja acara nikahan yag dilangsungkan. Hampir satu minggu setelah lebaran kita akan terus dihadiahi undangan dan rencan untuk menghadiri acara pernikahan.

Dan alasan aku menulis adalah karena keresahanku dan kegelisahanku yang memiliki perbedaan pandangan atau pemikiran dengan temanku.

Jadi ceritanya, aku yang belum menikah dan jomblo ini, kadang sering merasa takjub dan salut kepada teman-teman seangakatan atau bahkan usianya jauh di bawah usiaku yang memilih untuk menikah muda. Dan saya selalu penasaran bagaimana perasaan mereka sebelum menikah. Percakapan dimulai ketika aku mulai bertanya dengan seorang teman “Kamu yakin udah siap nikah? Kalo aku mah jujur aja belum siap. Masih ga yakin bisa jadi ibu dan istri yang baik. Apalagi jadi ibu yang baik.” Lalu teman say menjawab

“siap ga siap sih. Ya emang kita harus nikah. Dan suatu hari nanti juga kamu ngalamin apa yang aku alami. Sejujurnya aku belum siap. Tapi.. ketika ada yang berniat baik, kenapa mesti menunda.”

“kamu belum siap? Kirain aku kamu udah siap. Terus apa yang bikin kamu belum siap buat nikah?”

“aku belum bisa masak. Belum bisa mengurus urusan rumah.” Dan jawaban seperti itu selalu yang aku daptkan setiap aku bertanya pada teman-teman yang akan menikah.

Nah jadi kesimpulan dari percakapan diatas itu apa? Dari percakapan di atas aku bisa menyimpulkan dua hal.

Satu, menikah itu soal keberanian. Bukan kesiapan. Iya, ada hal-hal yang melatarbelakangi seseorang menikah yaitu keberanian. Keberanian mengambil resiko dalam pernikahan. Keberanian dalam menanggung tanggung jawab yang besar dan kebernian dalam menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Mereka yang sudah menikah sepenuhnya belum siap ketika akan menikah. Banyak yang masih belajar masak ketika sudah menikah. Banyak yang bahkan tak bisa melakakun pekerjaan rumah. Keberanian menjadi hal paling penting dalam pernikahan bukan kesiapan, karena rasanya tak ada yang benar-benar merasa siap untuk menikah. Pernikahan itu butuh keberanian dan kemauan. Itu saja sebenarnya.

Kedua, lagi. Masih ada perempuan yang memiliki persepsi tentang menikah adalah soal menjadi istri yang baik dan bukan ibu yang baik. Darimana aku menyimpulkan hal tersebut? Tentu dari percakapanku dengan teman-teman yang lebih pusing dan merasa tak siap menikah karena tak bisa memasak. Mereka lebih pusing tak bisa menjadi istri yang baik daripada menjadi ibu yang baik. Mereka lupa bahwa peran seorang perempuan dalam berumah tangga bukan hanya sekedar menjadi istri yang baik tapi juga menjadi seorang ibu yang baik.

Tahu,kah,bagaimana reaksi mereka ketika aku berkata pada mereka tentang ketidaksiapan ku dalam menikah karena aku takut tak bisa menjadi ibu yang baik dan mengurus anakku dengan baik? Mereka berkata bahwa mengurus anak itu termasuk hal yang mudah karena rata-rata diantara mereka sering bercengkrama dengan keponakan mereka yang notabene anak kecil.

Bahkan mereka berpikir bahwa mengurus anak itu hanya tentang persoalan memberi makan, memandikan dan yang lainnya. Padahal mengurus anak tidak sesimple itu, kita harus benar-benar memperlakukan mereka dengan baik, memfasilitasi mereka dengan fasilitas yang memadai dan tentu tugas seorang perempuan untuk anaknya adalah menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Pendidikan karakter anak berawal dari seorang ibu, bagaimana seorang anak berprilaku dan berkepribadian tergantung dari bagaimana seorang ibu mendidik anaknya. Tak hanya itu saja, anak juga sebisa mungkin tak mengalami luka yang berasal dari rumah mereka. Banyak anak-anak yang mengalami trauma dan luka psikis yang disebabkan dari suasana rumah yang tak menyenangkan.

 

Advertisements

4 Hal Ini Mengalami Perubahan Seiring Semakin Berkembangnya Teknologi

 teknologisumber

 

 

Indonesia mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat 10 tahun terakhir.

Perkembangan tersebut membawa perubahan-perubahan yang sangat signifikan dalam gaya hidup setiap masyarakatnya. Tentu, hal pertama yang sangat jelas terjadi adalah semakin mudahnya masyarakat berkomunikasi, selain itu masyarakat menjadi semakin mudah dalam melakukan berbagai hal. Dari mulai dalam hal belajar dan pembelajaran, kegiatan perdagangan, dll.

Dan berikut merupakan perubahan-perubahan pola hidup yang terjadi dalam masyarakat Indonesia, yaitu :

 

  1. Komunikasi

Hal paling pertama yang sangat terasa dampaknya saat hadir teknologi informasi di Indonesia adalah masyarakat indonesia bisa sangat mudah berkomunikasi dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Tak heran jika ada celetukan yang kadang terdengar di antara kita ” Teknologi itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.”

Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi membawa dampak yang besar, kadang masyarakat cenderung individual dan lebih fokus pada gadget mereka. Pernahkah melihat ketika ada sekumpulan orang-orang berkumpul di sebuah kafe atau di mana pun, mereka tidak berbicara satu sama lain tapi justru menatap gadget mereka masing ? Itu sering terjadi dan memang itulah faktanya.

 

  1. Informasi

Perubahan kedua adalah Semakin mudahnya kita mendapatkan informasi. Jika dulu kita hanya bisa mendapatkan informasi dari sebuah surat kabar ataupun televisi, sekarang di mana pun kita bisa mendapatkan informasi. Banyak media-media online yang menyediakan bermacam informasi dan hanya dalam hitung detik saja kita bisa mengetahui informasi tersebut. Tak hanya media-media online saja. Tapi sekarang banyak blogger-blogger yang memberikan berbagai informasi, jika dulu kita menanyakan sesuatu pada orang lain sekarang jika kita tak  mengetahui suatu hal maka hal pertama yang kita lakukan pasti membuka gadget kita dan menuju google serta mengetikan keyword yang akan kita cari. simple dan mudah. Tentu jika digunakan dengan baik hal tersebut sangat-sangat bermanfaat.

 

  1.  Permainan

Sadar tidak sih jika sekarang banyak anak kecil yang jarang terlihat main di halaman rumah dan berkumpul bersama anak-anak yang lain ? Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan bagi anak-anak, jika dulu mereka bermain dengan teman sebayanya dan memainkan permainan tradisional, sekarang mereka lebih senang berdiam diri dan memainkan gadget mereka. Bahkan bukan tidak mungkin anak-anak sekarang tak mengatahui nama-nama serta bentuk dari mainan-mainan tradisional yang sudah jarang dimainkan itu. Jangankan di kota-kota besar, di daerah pedesaanpun sangat jarang menemukan anak-anak yang bermain mainan tradisional. Selain itu, sekarang permainan tradisional sudah ada yang dimuat dalam bentuk game, contohnya kelereng marbels, let’s get rich, dan congklak machine indonesia. Games tersebut dibuat oleh game developer asal indonesia yang berharap anak-anak indonesia mengetahui permainan tradisional dan tetap memainkan permainan tersebut walaupun melalui gadget atau tablet mereka.

 

  1.  Fenomena Selebtwit dan Selebgram

 

Kita pasti pernah dan sering mendengar istilah selebtwit dan selebgram. Ia seseorang yang biasanya mempunyai influce cukup besar bagi followersnya. Dan biasanya mereka di-endorse oleh beberapa produsen untuk memberikan informasi terhadap produk tersebut.

Indonesia sendiri merupakan negara dimana pendudukanya sangat mudah terpengaruh, penduduknya cenderung membutuhkan review akan suatu produk tertentu, kadang terasa aneh jika hendak membeli suatu produk tanpa bertanya terlebih dahulu akan produk tersebut. Tak heran jika fenomena selebtwit dan selebgram sangat terkenal di indonesia. Selain itu, saat ini semakin berkembangnya teknologi semakin mudah pula kita melakukan berbagai hal, salah satunya adalah berbelanja. jika dulu kita harus pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli barang-barang yang kita inginkan, sekarang kita hanya perlu membuka gadget atau tablet kita untuk berbelaja barang yang diinginkan.

 

Nah itulah beberapa hal yang telah berubah seiring dengan berkembangnya teknologi di indonesia. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menggunakan teknlogi.

Metamorfosis

Bismillahirahmanirahiim

metamorfosis

Sumber

Karena sebenarnya semua orang berubah dan semua orang berkembang, begitu pun kita. Dan kadang kita tak menyadarinya.

     Suatu hari ada seekor ulat kecil yang dianggap begitu menjijikan bagi teman-temannya. Si ulat ini selalu dihina oleh sekumpulan tupai yang tinggal di pohon bersama sang ulat.

“kamu itu menjijikan sekali. berbulu, kecil dan tak berguna. tak ada yang menyukai mu. kamu berbeda sekali dengan si capung. dia banyak yang mengagumi dan banyak yang menyukai. bahkan dia bisa terbang bebas sesuka hati menggunakan sayapnya. tak seperti kamu.”

Si tupai terus saja mengomentari hidup si ulat dan terus membuat si ulat berkecil hati. Diam-diam, si ulat pun mendongakkan kepalanya dan moncoba melihat capung-capung yang terbang bebas di langit. Dalam hati dia berkata ‘andai suatu hari nanti aku bisa seperti si capung yang banyak disukai orang dan bisa terbang bebas kemana pun dia mau.’

Si ulat semakin berkecil hati dan merasa benar-benar putus asa dengan keadaannya. Dia pun sempat merutuki Tuhan yang memberikannya tubuh menggelikan dan berbulu seperti itu. Tapi pada suatu hari ada yang aneh dengan tubuhnya, kulitnya mengelupas. Dia lalu beristirahat dan melekatkan tubuhnya di ranting pohon. lalu, beberapa waktu kemudian tubuhnya diselimuti oleh benang-benang yang semakin tak dimengerti oleh si ulat. Saat menjadi kepompong itu si ulat ditempa agar menjadi serangga yang sempurna. Dan hingga waktunya, dia pun harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong itu. Dan menjadi kupu-kupu cantik yang disukai oleh banyak orang.

Baiklah cerita tadi memang hanya rekaan saya saja. Tapi ada hal yang bisa kita ambil pelajaran dari proses metamorfosis kupu-kupu. Kupu-kupu tadi mungkin tak tahu bahwa suatu hari nanti dia bisa menjadi serangga yang disukai banyak orang. Dia hanya melihat bahwa tubuhnya menggelikan dan tak disukai oleh banyak orang. Tapi jalan yang harus dia tempuh untuk menjadi seekor kupu-kupu cantik pun tak mudah. Dia harus berpuasa selama 7-20 hari ketika menjadi kepompong dan ketika keluar dari kepompong pun dia harus berjuang kembali agar sayapnya bisa digunakan.
Dari kisah tersebut kita bisa belajar bahwa apapun keadaan kita, kita harus bisa mensyukurinya karena kita tak pernah tahu akan menjadi apa kita nanti. Mungkin sekarang kita seperti si ulat yang kecil, berbulu dan menggelikan, tapi bisa saja suatu hari nanti kita akan menjadi seekor kupu-kupu cantik yang bebas terbang kemana pun. Karena segala sesuatunya butuh proses, dan apapun yang kita inginkan memerlukan sebuah perjuangan. Kadang kita pun lupa bahwa sebenarnya masalah merupakan salah satu proses metamorfosis yang tak pernah kita sadari. Dengan masalah kita akan ditempa sedemikian hebat menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita semua bisa melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan bisa selalu berhusnudzon kepada Allah yang telah memberikan masalah/ujian kepada kita.

Merdeka

Bismillahirahmanirahim

merdeka

sumber

Kemerdekaan berasal dari kata dasar merdeka yang artinya adalah bebas (dari penghambaan, dan penjajahan) berdiri sendiri, tidak terkena atau lepas dari tuntutan; tidak terikat; tidak bergantung kepada orang atau pihak lain; leluasa.

Hari ini merupakan hari yang special bagi bangsa indonesia. Hari di mana Indonesia lahir. Hari di mana indonesia diakui secara de jure. Ya kemerdekaan. Sudah ke 70 tahun indonesia merdeka, tapi pertanyaan yang masih terus saja digaungkan oleh masyarakat bangsa ni adalah ‘Sudahkah indonesia merdeka ?’ merdeka yang benar-benar merdeka.

Jika kalian bertanya pada saya sudahkah indonesia merdeka ? maka saya akan menjawab  ‘indonesia belum merdeka jika masih ada pemimpin-pemimpin yang terus berusaha untuk memerdekaan dirinya sendiri tapi tidak memerdekakan rakyatnya.’ Ya, menurut saya indonesia belum sepenuhnya merdeka. Rakyat masih merasakan kesusaah, masih banyak yang sering merasakan kelaparan setiap harinya. Jangankan mengenyam pendidikan dan mendapatkan pelayanan kesehatan yang memadai, bahkan untuk makan saja mereka sulit. Selain itu, pernahkah kita melihat rakyat-rakyat indonesia yang tinggal di perbatasan sana ? mereka tinggal jauh di perbatasan, tanpa adanya sarana dan prasarana yang lengkap, mereka justru kadang seperti dianaktirikan tapi mereka masih mampu menjunjung tinggi rasa nasionalis itu, mereka dengan lantang dan bangga mengatakan bahwa mereka adalah rakyat indonesia walau kadang digoda oleh kemewahaan dari negera tetangga.

Sudah 70th indonesia merdeka, namun rakyat masih saja dibelenggu oleh kesengsaraan. Pemuda-pemudi sulit mendapatkan pekerjaan, mereka tak diberikan untuk menyalurkan skill yang mereka punya. Generas-generasi bangsa yang masih buta huruf dan terpaksa harus menghentikan sekolah mereka, padahal kita semua tahu bahwa pendidikan merupakan hal paling penting, di mana pendidikanlah yang dapat menempa setiap generasi muda menjadi lebih baik, pendidikanlah pilar utama yang mampu membawa perubahan tersebut, seperti yang pernah diucapkan oleh dedy corbuzier, bagaimana jika generasi muda-generasi muda yang ternyata dapat menguba indonesia itu justru tak sekolah ? Bagaimana jika generasi-generasi muda yang memiliki berbagai mimpi ide-ide cemerlang tersebut justru tak diberikan kesempatan sedikit pun untuk menggapai mereka ?  Ya indonesia belum merdeka sepenuhnya, masih banyak hal yang perlu dibenahi, masih banyak hal yang harus diperbaiki. Dan kita sebagai rakyat indonesia selayaknya dapat saling membantu satu sama lain, bahu membahu membangun indonesia menjadi yang lebih baik.

It just ny opinion. tidak terlalu penting juga sih ya opini saya, saya cuma pengen nulisa soal ini saja, karena tidak biasanya saya menuliskan hal yang seperti ini. sejujurnya agak takut juga sih menuliskan hal yang bersifat opini seperti ini, takut ada yang tersinggung ataua apaun itu. Tapi semoga tulisan saya ini bisa bermanfaat. And the last i say dirgahayu republik indonesia yang ke 70th, semoga menjadi negara yang maju dan memerdekakan rakyatnya.