Teruntuk Si Pengkritik yang Berniat Untuk Menjatuhkan Semangat Orang Lain

 

 

Hola Hola

Aku hadir kembali dengan beberapa keresahan yang mengganjal di hati, langsung saja disimak tulisanku,ya?

 

index.png

 

Sumber

Pernahkah kalian dikritik? Pasti pernah. Oke kali ini aku ingin membahas soal kritikan. Jadi beberapa hari ini aku sering uring-uringan karena mengingat kritikan seorang teman soal tulisanku. Aku tahu kok, dalam kehidupan sehari-hari, kita tak akan pernah bisa lepas dari kritikan. Apapun yang kita lakukan selalu saja ada yang mengkritik, bahkan kegiatan atau hal baik yang kita lakukan pun masih dikritik apalagi hal buruk.

Menjadi seorang penulis memang tak akan lepas dari kritikan yang diberikan oleh si pembaca. Aku akui kritikan itu bisa bermanfaat sekali bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Tapi, bagi seorang penulis pemula, sepertiku yang masih belajar menulis, mendapatkan kritikan yang cukup pedas itu hal yang paling menyakitkan dan benar-benar bisa menimbulkan mental block. Seperti yang sedang aku rasakan. Aku sempat berhenti menulis dan beranggapan bahwa aku tak mempunyai bakat dalam menulis. Tapi karena memang dari kecil aku sudah menulis, jadi aku benar-benar tak bisa berhenti menulis. Setiap ada masalah ujung-ujungnya ya nulis. Sayangnya, sekarang aku tak begitu bebas saat menulis. Ada ketakutan sendiri ketika menulis, ada perasaan takut salah, takut jelek dan lainnya. Dan Hal itu benar-benar mematikan kreatifitas dalam menulis. Jadi, daripada perasaan ini terus menghantui hatiku dan membuatku tak tenang, aku putuskan untuk menulis surat kepada seorang pengkritik.

 

Untuk orang yang telah mengkritik tulisanku,

Rasanya kritikanmu itu sudah sangat lama dilontarkan, tapi entah mengapa perasaan insecure dan tak percaya diri itu masih aku rasakan sampai sekarang. Sejujurnya, aku tak pernah mempermasalahkan sebuah kritikan. Justru aku sangat senang jika ada orang yang mengkritik tulisanku, karena itu bisa membuatku lebih belajar dan membuatku mengetahui kekurangan serta hal apa saja yang harus kuperbaiki.

Kuakui, tulisanku memang masih buruk. Tak kreatif, menye-menye, tak jelas akan menceritakan apa bahkan tak jelas ide pokok apa yang akan disampaikan. Aku sadar itu. Tapi mungkin kau tak mengetahui satu hal, semua orang tak begitu saja pandai dalam satu hal. Maksudku, penulis terkenal dan pelukis berbakat itu tidak lahir begitu saja. Ada proses panjang. Ada pembelajaran yang banyak ia ambil. Ada jam terbang yang cukup lama yang membuat seseorang bisa ahli dalam satu hal. Mungkin kau belum menyadarinya. Mungkin kau menganggap bahwa aku tak akan penah bisa menjadi seorang penulis berbakat hanya karena sekarang masih menghasilkan karya yang begitu buruk.

Hey, tahukah kau? Kau tahu Stephen King? Iya seorang penulis yang karyanya sering ditolak atau J.K. Rowling, penulis novel best seller Harry Potter yang begitu terkenal? Hey, mereka pun sama sepertiku, mereka tidak begitu saja pandai menulis dan menghasilkan karya yang luar biasa bagus. Semua butuh proses. Lalu, kenapa kau bisa begitu mudahnya mengkritik tulisanku? Mengatakn bahwa aku tak akan bisa menjadi seorang penulis?

Kau tahu,tidak? Aku kadang berpikir bahwa kau bukannya ingin membuatku berkembang tapi justru ingin menjatuhkanku. Tidak. Bukan maksudku untuk berpikiran negatif hanya saja… apa kau pernah membaca tulisanku? Jika diingat-ingat, kau sama sekali tak pernah membaca tulisanku. Lalu kenapa kau bisa begitu mudahnya menyimpulkan bahwa tulisanku buruk, menye-menye, ga jelas, dan cuma membahas soal cinta. Padahal, jika kau pernah berkunjung dan membaca tulisan di blogku ini, kau tidak akan menemukan tulisan soal percintaan sama sekali. Jika pun ada itu hanya satu tulisan. Dan itu aku tulis karena aku berharap seseorang yang aku tujukan bisa membacanya. Tidak,kah,itu cukup aneh? Bukan,kah,kamu melakukan itu karena kau ingin menjatuhkanku? Atau mungkin karena kau iri padaku? Atau apakah kau merasa dirimu lebih hebat dariku sehingga bisa dengan mudahnya mengkritik dan mengatakan kata-kata kasar seperti itu?

Entah aku harus membencimu atau berterimakasih. Karena sejujurnya karena dirimu lah, aku jadi tahu bahwa perkataan itu lebih menyakitkan dari sebuah pukulan. Aku jadi tahu bahwa sesuatu yang tidak tajam dan terkesan lembut pun bisa begitu menyakiti, ya seperti lidahmu itu. Lidahmu itu tidak begitu tajam ataupun keras seperti pisau, tapi ketika kau sudah mengatakan sesuatu bisa amat sangat menyakiti orang lain.

Aku beritahu padamu satu hal. Jika nanti kau mau mengkritik ku lagi, lakukanlah dengan benar. Bacalah tulisanku terlebih dahulu! lalu berilah kritikan setelah membaca dan menemukan sesuatu yang aneh di sana. Jangan pernah mengkritik sebelum kau tahu sepenuhnya. Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu, Setidaknya aku sudah berani berkarya walau tulisanku buruk. Lalu, apa yang sudah kau lakukan? Hanya mengkritik,kan? Selamat menjadi seorang pengkritik. Tolong jangan lupa berubah, ya? Karena jika kau tidak berubah,kau tidak akan pernah maju dan hanya akan menjadi seorang pengkritik yang mengurusi orang lain tapi tak pernah mengurusi dirimu sendiri.

Terimakasih atas kritikanmu! Semoga suatu hari nanti aku bisa membuktikan bahwa setidaknya ada satu atau dua orang yang tergetar hatinya ketika membaca tulisanku dan menggangguk setuju atas opini yang kutulis. Terimakasih ya! Aku tak akan berhenti menulis!

Advertisements

2 thoughts on “Teruntuk Si Pengkritik yang Berniat Untuk Menjatuhkan Semangat Orang Lain

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s