Mirisnya Kejahatan Seksual yang Marak di Indonesia

 

kasus

sumber

Sebenarnya ini hanya sebuah cuap-cuap yang mungkin akan terlihat tak begitu penting dan (sok) tahu akan mirisnya kasus pemerkosaan di Indonesia.

Iya, alasan saya menuliskan tulisan ini adalah karena saya merasa cukup gatal dan prihatin dengan peristiwa atau kasus pemerkosaan di Indonesia, selain itu karena memang saya dan teman sekampus saya pun sudah begitu sering sharing pendapat tentang kasus pemerkosaan yang terjadi akhir-akhir ini. Masih ingatkan tentang kasus pemerkosaan yuyun ? gadis yang duduk di bangku SMP yang diperkosa oleh 14 orang pemuda tetangga nya sendiri. Semenjak tereksposenya kasus pemerkosaan yuyun, semakin hari semakin banyak berita tentang pemerkosaan yang bermunculan.

Jika ada yang bertanya kenapa sekarang banyak kasus pemerkosaan dibanding dulu,menurut saya, sebenarnya, kasus pemerkosaan di Indonesia dulu pun banyak terjadi namun tidak terekspose di media massa, dan sontak ketika ada berita tentang yuyun tersebut yang mengundang banyak simpati dari kalangan pihak, hal tersbut memicu banyaknya kasus pemerkosaan yang terendus dan diekspose oleh media.

Selama ini kasus kejahatan seksual cenderung ditutup-tutupi oleh pihak-pihak tertentu termasuk korban sendiri. Korban dalam kasus tersebut biasanya cenderung tertutup dan tak mau melaporkan peristiwa yang menimpa mereka. Alasannya klise, karena mereka malu atau kadang orang-orang sudah mempunyai stereotype atau persepsi bahwa korban ikut andil dalam kasus kejahatan tersbut. Sering,kan, orang-orang yang berkata “Balik lagi ke ceweknya, kalau emang ceweknya bener dan berpakaian sopan pasti ga akan kejadian.”

Sejujurnya saya agak kesal mendengar pernyataan tersebut, dalam pernyataan tersebut seolah-olah mereka justru menyalahkan perempuan yang menjadi korban, sebut saja kasus yuyun, ada saja orang yang berkomentar seperti itu saat kasus tersebut mencuat ke media, padahal jika ditelisik, peristiwa tersebut terjadi ketika dia pulang sekolah dari rumahnya. Hey, mana mungkin ada pelajar yang berpakaian seksi. Oke, mungkin di zaman seperti ini banyak pelajar yang berpakaian tidak seharusnya dan mengikuti acara-acara tv, tapi menurut saya, untuk ukuran anak SMP, tidak mungkin dandanannya begitu mencolok ataupun tidak sepantasnya, karena anak SMP itu cenderung lebih polos.

Bukan hanya itu saja, kemarin saya baru saja meonton berita tentang seorang gadis yang menjadi korban pemerkosaan 4 orang pemuda di kampungnya daerah Sidoarjo, inisialnya NA. Dia menjadi korban pemerkosaan dan sekarang tengah hamil 8 bulan, lebih ironisnya lagi banyak warga yang tak mengetahui bahwa NA diperkosa. Warga desa justru menganggap NA sebagai anak yang tidak baik karena hamil di luar nikah, selain itu dia juga sempat diusir dari kampung dan terpaksa menetap di tempat bekas kandang bebek milik seorang warga yang masih berbaik hati. Miris. Lihat ? bagaimana warga kita kadang tidak adil pada rakyat miskin. Belum lagi, kadang hukuman yang diberikan pada tersangka tidak sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan.

Dari cerita Na, kita bisa tahu bahwa bisa jadi ada banyak kasus seperti na atau yuyun di indonesia yang belum di ekspose oleh media, dan betapa mirisnya hidup mereka. Lagi-lagi wanita yang jadi korban. Entah karena tingkat pendidikan wanita di indonesia yang masih rendah atau memang hukum di Indonesia yang belum memihak pada kaum perempuan.Semoga dengan disahkannya UU kebiri untuk kejahatan seksual bisa menjadi salah satu solusi mengurangi kejadian yang sering terjadi akhir-akhir ini serta bisa memberikan efek jera pada pelaku.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s