Paling Berharga

 

Adakah hal yang paling berharga di dunia ini ? Sesuatu yang tak bisa digantikan oleh apapun dan tak pernah bisa dinilai serta tak akan pernah bisa dibeli dengan berapa banyak pun uang yang kita miliki. Ada hal- hal yang memang sangat berarti di dunia ini, diantaranya waktu, kenangan dan seorang ibu.

  1. Waktu

Semua di antara kita memiliki waktu yang sama setiap harinya, 24 jam. Ada yang mampu memanfaatkannya dengan baik dan ada yang justru berleha-leha serta tak menganggap waktu itu penting. Padahal jika kita pikirkan kembali, waktu termasuk ke dalam sesuatu yang paling berharga. Sesuatu yang tak dapat digantikan dan tak akan pernah bisa dibeli oleh apapun. Tak heran jika ada ungkapan “Time is money”. Waktu memang sangat berharga,  Karena kita tak bisa mengembalikan waktu, karena kita tak bisa memutar kembali waktu yang pernah kita lalui. Jika Kita mampu  memutar kembali waktu, mungkin tak akan ada  penyesalan, tak akan ada hal-hal yang kita sesali, takkan ada hal-hal yang bisa kita pelajari dalam setiap hal yang kita lalui.

  1. Kenangan

Kenangn menjadi hal yang berarti karena setiap orang memiliki kenangan tersendiri, setiap orang memiliki cerita tersendiri. Dan kenangan menjadi hal yang kekal dan akan selalu kita ingat sampai kapan pun. Pertanyaannya, sudahkah kita membuat kenangan yang menyenangkan bersama orang-orang yang kita sayangi ? Sebelum akhirnya kita menyesal karena kesempatan untuk mengukir kenangan sudah tak ada, sebelum orang-orang yang kita sayangi sudah kehabisan waktu dan tak bisa lagi bersama kita.

 

bigzk3mccaabb1n-jpg-large

sumber

  1. Ibu

Sebernarnya dari ketiga hal di atas semuanya saling berkaitan khususnya jika menyangkut tentang ibu. Ibu adalah seseorang paling berharga. Harta paling mahal yang tak pernah kita sadari, karena do’a beliau merupakan suatu keberkahan, dan tanpa do’a dari seorang ibu, kita takkan bisa menjadi apa-apa.

Sadarkah kita ? terkadang kita terlalu banyak melewatan hal-hal paling berharga jika berhubungan dengan ibu. Contohnya waktu, berapa banyak waktu yang sudah kita sia-siakan ketika ibu kita masih ada ? Kadang, ketika beliau masih ada kita enggan untuk membagi waktu kita untuk beliau, walaupun hanya untuk beberapa jam dalam sehari. Padahal sebenarnya apa yang mereka inginkan itu teramat sederhana. Lebih sederhana dari semua hal yang sering kita minta pada seorang ibu, lebih sederhana dari apa yang sudah ibu lakukan untuk kita, mengandung dan melahirkan misalnya. Mengandung dan melahirkan itu hal yang luar biasa, yang bahkan sampai kapanpun tak akan pernah bisa kita membayar jasa beliau yang satu itu.

Hal yang paling mereka inginkan terkadang hanya kebersamaan. Kita mampu membagi waktu kita untuk beliau, kita mau mendengarkan cerita mereka dan  kita mampu membuat kenangan kebersamaan bersama beliau yang akan kita kenang sampai kapan pun walaupun mereka sudah tiada.

Actually, i have a story base on my experience. Saya bukan tipikal orang yang dengan gampangnya bisa mengatakan “i love you “ pada seorang ibu. Saya hampir tak pernah melakukannya. Justru saya lebih sering bertengkar dengan beliau, lebih sering mengalami perbedaan pendapat dan kadang berujung dengan menyakiti hati beliau. Tapi kami saling mengerti satu sama lain, kami saling mencintai satu sama lain, dan baik saya dan ibu tahu akan hal itu. Tapi, hal tersebut lama-lama menghilang. Saya tidak menjadi anak yang memberontak lagi, saya tidak menjadi anak yang sok tahu dan seakan-akan mengerti akan apapun. Saya justru menjadi seorang anak yang patuh yang mulai mengakui bahwa pengalaman ibu saya lebih banyak, beliau lebih tahu akan banyak hal dan apa yang beliua katakan itu benar. Sejak saat itu, kedekatan kami makin intens. Saya mulai sering bercerita pada beliau tentang apapun. Saya juga mau mendengarkan semua cerita dan keluh kesah beliau, mulai menuruti semua yang beliau katakan.

Semua yang beliau katakan semuanya saya ikuti selama saya mampu melakukannya, contohnya saya harus sekolah di mana, saya harus mengambil jurusan apa dan hal- hal lainnya. Tak ada pemberontakan tak ada penolakan saya benar-benar menjadi anak yang penurut. Bahkan setiap pagi, saya sudah tak malu lagi untuk mencium tangan ibu saya dan mencium kedua pipi beliau.

Katanya, rasa cinta tak cukup untuk diungkapkan tapi harus ditunjukkan. Saat itu saya menunjukkan rasa cinta saya, namun saya jarang sekali mengungkapkannya, saya jarang mengatakan “I love you pada beliau”. Dan saya ingat sekali saat hari ibu dua tahun lalu, saat itu saya berencana untuk membelikan ibu saya hadiah dan mengatakan bahwa saya menyayangi beliau.

Takdir kadang memang selalu berbuat sesuai kehendaknya sendiri. Ibu saya meninggal 2 bulan sebelum hari ibu. 23 oktober 2013, beliau pergi untuk selama-lamanya. Sejujurnya saya menyesal. Sungguh. Betapa, kenapa dulu saya begitu gengsi untuk mengatakan bahwa saya menyayangi beliau, kenapa dulu saya harus menunggu hari ibu hanya untuk sekedar memberi hadiah dan mengucapkan rasa sayang. Padahal setiap hari saya masih bisa mengucapkan rasa sayang saya pada beliau, padahal dulu tiap hari saya bisa membelikan beliau hadiah. Kenapa saya harus menunggu hari ibu ?

Sekarang sekalipun saya sangat merindukan beliau, sekalipun saya ingin sekali bertemu beliau, saya tak akan pernah bisa. Dan walaupun saya nanti bisa sekaya dan sehebat apapun, saya tetap tak akan pernah bisa bertemu dengan beliau, karena waktu dan  kenangan sangat berharga.                          Jadi, untuk apa harus menunggu hari ibu untuk mengatakan cinta dan memberikan hadiah jika pada kenyataannya bisa dilakukan hari ini ? Lakukan lah sekarang,lakukan lah setiap hari. Kalau perlu cium lah tangan ibumu setiap hari dan katakan bahwa kamu menyayangi beliau setiap hari, karena kita tak akan pernah tahu kapan beliau akan berpulang. Jadi, sudahkah kamu mencium dan mengatakan “I love you” pada ibu mu hari ini ?

 

 

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s