Metamorfosis

Bismillahirahmanirahiim

metamorfosis

Sumber

Karena sebenarnya semua orang berubah dan semua orang berkembang, begitu pun kita. Dan kadang kita tak menyadarinya.

     Suatu hari ada seekor ulat kecil yang dianggap begitu menjijikan bagi teman-temannya. Si ulat ini selalu dihina oleh sekumpulan tupai yang tinggal di pohon bersama sang ulat.

“kamu itu menjijikan sekali. berbulu, kecil dan tak berguna. tak ada yang menyukai mu. kamu berbeda sekali dengan si capung. dia banyak yang mengagumi dan banyak yang menyukai. bahkan dia bisa terbang bebas sesuka hati menggunakan sayapnya. tak seperti kamu.”

Si tupai terus saja mengomentari hidup si ulat dan terus membuat si ulat berkecil hati. Diam-diam, si ulat pun mendongakkan kepalanya dan moncoba melihat capung-capung yang terbang bebas di langit. Dalam hati dia berkata ‘andai suatu hari nanti aku bisa seperti si capung yang banyak disukai orang dan bisa terbang bebas kemana pun dia mau.’

Si ulat semakin berkecil hati dan merasa benar-benar putus asa dengan keadaannya. Dia pun sempat merutuki Tuhan yang memberikannya tubuh menggelikan dan berbulu seperti itu. Tapi pada suatu hari ada yang aneh dengan tubuhnya, kulitnya mengelupas. Dia lalu beristirahat dan melekatkan tubuhnya di ranting pohon. lalu, beberapa waktu kemudian tubuhnya diselimuti oleh benang-benang yang semakin tak dimengerti oleh si ulat. Saat menjadi kepompong itu si ulat ditempa agar menjadi serangga yang sempurna. Dan hingga waktunya, dia pun harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong itu. Dan menjadi kupu-kupu cantik yang disukai oleh banyak orang.

Baiklah cerita tadi memang hanya rekaan saya saja. Tapi ada hal yang bisa kita ambil pelajaran dari proses metamorfosis kupu-kupu. Kupu-kupu tadi mungkin tak tahu bahwa suatu hari nanti dia bisa menjadi serangga yang disukai banyak orang. Dia hanya melihat bahwa tubuhnya menggelikan dan tak disukai oleh banyak orang. Tapi jalan yang harus dia tempuh untuk menjadi seekor kupu-kupu cantik pun tak mudah. Dia harus berpuasa selama 7-20 hari ketika menjadi kepompong dan ketika keluar dari kepompong pun dia harus berjuang kembali agar sayapnya bisa digunakan.
Dari kisah tersebut kita bisa belajar bahwa apapun keadaan kita, kita harus bisa mensyukurinya karena kita tak pernah tahu akan menjadi apa kita nanti. Mungkin sekarang kita seperti si ulat yang kecil, berbulu dan menggelikan, tapi bisa saja suatu hari nanti kita akan menjadi seekor kupu-kupu cantik yang bebas terbang kemana pun. Karena segala sesuatunya butuh proses, dan apapun yang kita inginkan memerlukan sebuah perjuangan. Kadang kita pun lupa bahwa sebenarnya masalah merupakan salah satu proses metamorfosis yang tak pernah kita sadari. Dengan masalah kita akan ditempa sedemikian hebat menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita semua bisa melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan bisa selalu berhusnudzon kepada Allah yang telah memberikan masalah/ujian kepada kita.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s