Hello Septi

Katanya hanya butuh sebuah kenyamanan untuk membuat sebuah hubungan entah itu persahabatan ataupun percintaan. Kau setuju tidak ?

Sejujurnya aku masih bertanya-tanya bagaimana mungkin kita bisa begitu dekat. Dua orang yang sangat berbeda. Tapi kita memiliki satu persamaan. Ya, kita sama-sama pernah kehilangan orang yang paling kita sayangi dan mungkin hal itu juga yang mendasari kenyamanan yang kita rasakan saat bersama. Kita sama-sama tahu betapa sakitnya kehilangan itu. Kita sama-sama tahu bagaimana menyakitkannya bertahan hidup tanpa orang tua, ya meskipun sebenarnya kita sudah bisa dikatakan dewasa dan bisa mengurusi hidup kita sendiri. Tapi, Kita tahu bahwa sehebat apapun kita, kita tetap membutuhkan orang tua.

Hey, kau ingat tidak bagaimana awal pertama kita dekat hingga semakin dekat seperti sekarang ? Yang aku tahu kedekatan kita itu berawal ketika kau berkata “Aku ngerti nia, aku ngerti rasanya ditinggal sama ibu. Soalnya mamah aku juga udah meninggal waktu aku sd.”

Saat itu kita sedang di ruang lab. Bahasa dan disuruh untuk menceritakan anggota keluarga kita. Sejak hari itu kau berani menceritakan keluargamu padaku. Kita saling mengerti. Itulah alasan mengapa kita bisa begitu dekat, hingga akhirnya kita pernah menangis bersama saat menceritakan keluarga kita masing-masing. Hal yang jarang aku lakukan kepada orang lain. Hanya orang-orang terdekatlah yang tahu perasaanku. Hanya kepada orang-orang terpercayalah aku akan bercerita tentang keluarga hingga menangis. Dan sepertinya kau salah satu di antaranya. Ada yang bilang kita akan lebih mengingat seseorang yang pernah menangis bersama kita.

Kau tahu tidak ? Aku belajar banyak hal dari mu. Ya kadang kita bisa belajar suatu hal dari orang lain,bukan ? Dan kau yang mengajarkan aku bagaimana untuk tidak menyimpan dendam dan kebencian, apalagi terhadap orang tua kita sendiri. Seperti apa yang sering kau katakan ketika aku bertanya ”Kau pernah benci tidak pada ayahmu sendiri karena sering tak mengacuhkan mu?”

Dan dengan tulus kau menjawab ”Tidak, sekalipun aku ingin, tapi aku tak pernah bisa membencinya. Seburuk apapun beliau, dia tetap orang tuaku, kalau bukan karena dia aku tak akan ada disini.”

It’s so sweet, darl. Aku tak pernah menyangka kau akan mengatakan hal setulus itu, aku tau kau orang seperti apa. Kau tipe orang yang gampang marah dan jutek, jadi agak aneh sebenarnya. Tapi aku benar-benar salut padamu.

Untukmu, seseorang yang sudah jauh-jauh tersasar ke kota wali, sebenarnya aku sendiri benar-benar ingin pergi dari kota ini, sedang kau malah mendatangi kota ini..

Aku tau, tak mudah untuk tinggal bersama orang lain, walau sebaik apapun orang yang merawat kita sekarang. Tapi orang tua tetap orang tua, mereka tak kan tergantikan, kasih sayangnya pun tak ada yang setulus mereka.

Bersabarlah ! Kau pasti bisa melaluinya. Coba latih kembali kesabaranmu.

Ada hal yang tak kusukai darimu, kau terkadang tak bisa bersabar terhadap seseorang. Jangan marah ya. Ini hanya pendapatku, aku hanya ingin lebih terbuka denganmu.

Kau tahu tidak ? Seorang sutradara tak akan pernah memberikan cerita dan peran begitu saja pada seorang akrtis yang biasa saja. Seorang sutradara pasti akan memberikan jalan cerita yang menarik dan peran yang menantang untuk seorang aktris yang dianggap mampu memerankan peran tersebut. Begitu pun Tuhan, Tuhan tak akan pernah memberikan jalan cerita dan peran yang tak bisa diperankan oleh seorang aktrisNya.

Kau adalah aktris istimewa. Tuhan sudah mempercayakan jalan ceritaNya pada mu untuk kau perankan sebagai aktris utamanya. Tuhan tak pernah salah memilih orang. Dia tahu kemampuan setiap hambaNya. Dan aku yakin kau merupakan seorang aktris yang hebat. Kau bisa memerankan peran yang diberikan oleh Tuhan. Kau bisa melewati semua cobaan yang harus dilewati dan tentunya orang lain tak mungkin mengerti betapa sulit cobaan yang harus kau lewati itu. Dan aku pun percaya kau mampu melewatinya.

Happy Bornday septi. Be a better person and be a great and strong girl. i know you’re the strong girl. Aku cuma bisa nulis buat kamu. semoga kamu suka ya ?

Tertanda

Dari seseorang yang masih belajar dewasa

Metamorfosis

Bismillahirahmanirahiim

metamorfosis

Sumber

Karena sebenarnya semua orang berubah dan semua orang berkembang, begitu pun kita. Dan kadang kita tak menyadarinya.

     Suatu hari ada seekor ulat kecil yang dianggap begitu menjijikan bagi teman-temannya. Si ulat ini selalu dihina oleh sekumpulan tupai yang tinggal di pohon bersama sang ulat.

“kamu itu menjijikan sekali. berbulu, kecil dan tak berguna. tak ada yang menyukai mu. kamu berbeda sekali dengan si capung. dia banyak yang mengagumi dan banyak yang menyukai. bahkan dia bisa terbang bebas sesuka hati menggunakan sayapnya. tak seperti kamu.”

Si tupai terus saja mengomentari hidup si ulat dan terus membuat si ulat berkecil hati. Diam-diam, si ulat pun mendongakkan kepalanya dan moncoba melihat capung-capung yang terbang bebas di langit. Dalam hati dia berkata ‘andai suatu hari nanti aku bisa seperti si capung yang banyak disukai orang dan bisa terbang bebas kemana pun dia mau.’

Si ulat semakin berkecil hati dan merasa benar-benar putus asa dengan keadaannya. Dia pun sempat merutuki Tuhan yang memberikannya tubuh menggelikan dan berbulu seperti itu. Tapi pada suatu hari ada yang aneh dengan tubuhnya, kulitnya mengelupas. Dia lalu beristirahat dan melekatkan tubuhnya di ranting pohon. lalu, beberapa waktu kemudian tubuhnya diselimuti oleh benang-benang yang semakin tak dimengerti oleh si ulat. Saat menjadi kepompong itu si ulat ditempa agar menjadi serangga yang sempurna. Dan hingga waktunya, dia pun harus berjuang dengan sekuat tenaga untuk keluar dari kepompong itu. Dan menjadi kupu-kupu cantik yang disukai oleh banyak orang.

Baiklah cerita tadi memang hanya rekaan saya saja. Tapi ada hal yang bisa kita ambil pelajaran dari proses metamorfosis kupu-kupu. Kupu-kupu tadi mungkin tak tahu bahwa suatu hari nanti dia bisa menjadi serangga yang disukai banyak orang. Dia hanya melihat bahwa tubuhnya menggelikan dan tak disukai oleh banyak orang. Tapi jalan yang harus dia tempuh untuk menjadi seekor kupu-kupu cantik pun tak mudah. Dia harus berpuasa selama 7-20 hari ketika menjadi kepompong dan ketika keluar dari kepompong pun dia harus berjuang kembali agar sayapnya bisa digunakan.
Dari kisah tersebut kita bisa belajar bahwa apapun keadaan kita, kita harus bisa mensyukurinya karena kita tak pernah tahu akan menjadi apa kita nanti. Mungkin sekarang kita seperti si ulat yang kecil, berbulu dan menggelikan, tapi bisa saja suatu hari nanti kita akan menjadi seekor kupu-kupu cantik yang bebas terbang kemana pun. Karena segala sesuatunya butuh proses, dan apapun yang kita inginkan memerlukan sebuah perjuangan. Kadang kita pun lupa bahwa sebenarnya masalah merupakan salah satu proses metamorfosis yang tak pernah kita sadari. Dengan masalah kita akan ditempa sedemikian hebat menjadi pribadi yang lebih baik. Semoga kita semua bisa melihat masalah dari sudut pandang yang berbeda dan bisa selalu berhusnudzon kepada Allah yang telah memberikan masalah/ujian kepada kita.