Kamu Berhak Bahagia

Bismillahhirahmanirahim

Hari ini, saya baru tahu bahwa selama ini menulis memang menjadi terapi kejiwaan bagi diri saya sendiri. Saya tak tahu bagaimana jadinya jika saya tidak suka menulis. Dan sialnya, terapi menulis itu sudah jarang saya lakukan.

Dulu, ketika saya ada masalah ataupun memiliki hal-hal yang mengganjal saya akan menceritakannya melalui tulisan. Dan secara tak sadar hati saya merasa lega akan hal itu, tapi sekarang saya sudah jarang melakukannya. Mungkin itu juga yang menyebabkan akhir-akhir ini saya sering uring-uringan.

Akhir-akhir ini perasaan saya benar-benar kacau balau. Saya merasa bahwa saya tak berguna hidup di dunia ini. Saya merasa bahwa apa yang saya lakukan sia-sia. Tak ada satupun yang menghargai usaha saya, bahkan orang-orang terdekat. Tapi, saya masih terus berusaha melakukan segala sesuatu dengan sebaik-baiknya,karena saya merasa bahwa banyak hal yang harus saya lakukan. Saya merasa bahwa saya tak boleh berdiam diri. Semua itu mungkin lebih kepada saya ingin membebaskan rasa bersalah saya, rasa tak enak hati saya. Ya, saya punya rasa bersalah yang amat besar.

Dari kecil saya dididik untuk selalu berusaha ketika menginginkan sesuatu, saya tak pernah dibiasakan untuk meminta sesuatu. Segala sesuatunya harus hasil usaha saya sendiri. Menabung misalnya, salah satu bentuk usaha yang paling sederhana. Kebiasaan itu tertanam hingga sekarang. Saya tak pernah berani meminta apapun pada kakak-kakak saya. Walaupun banyak hal yang saya inginkan, saya akan berusaha sendiri untuk memenuhi itu. Dan mereka pun sudah tahu, jadi terkadang walaupun saya tak meminta mereka langsung memberikannya. Dan puncak rasa bersalah dan tak enak itu adalah tentang biaya kuliah saya. Benar semua inti permasalahan itu bermuara di sana. Saya masih belum bisa membiayai kuliah saya sendiri, segala biaya masih tanggung jawab dari kakak-kakak saya. Dan rasa bersalah itu memuncak karena kedua orang tua saya sudah tak ada.

Dan saya, yang memang dari kecil tak pernah bisa meminta, maka akan berusaha sebaik yang saya bisa. Atas dasar tahu diri itu, saya tak pernah mengenal kata lelah. Pulang kuliah walaupun lelah saya masih harus menunggu toko ataupun ke pasar untuk belanja kebutuhan toko,  walaupun kadang ketika sampai di rumah sudah malam, saya akan tetap berusaha menjaga warung dan sekali lagi mengabaikan diri saya sendiri. Jika kalian bertanya apakah itu melelahkan atau tidak ? Sungguh itu sangat melelahkan, tapi rasa bersalah saya, rasa tahu diri saya, rasa tak enak hati yang terus tertanam mengalahkan segalanya. Saya tahu bahwa saya hanya menumpang tinggal di sini. Maka saya selalu berusaha dan tanpa mengenal lelah, mengabaikan diri saya sendiri, bahkan saya sudah tak pernah mempedulikan perasaan dan kebahagiaan saya sendiri. Jika sakit pun saya masih bisa berpura-pura tersenyum dan menjaga toko atau pergi ke pasar. Semua perasaan itu saya simpan rapat. Entah apa yang sedang saya alami. Mungkin saya lupa bagaimana mencintai diri saya sendiri, mungkin saya lupa bagaimana cara menghargai diri saya sendiri. Saya selalu mengerjakan semuanya, mengabaikan semua rasa lelah dan perasaan saya, memendam semua unek-unek yang memuakkan. Mungkin Semua terjadi karena tanpa saya sadari sekarang saya tak ubahnya hanya sekedar robot berkerangka manusia yang gila akan bekerja. Saya mengabaikan semua perasaan saya, saya mengabaikan hati nurani saya, saya melepaskan semua kesenangan saya. Yang ada di hati saya hanya sebuah rasa bersalah, rasa tak enak hati yang ingin terus saya hilangkan dengan bekerja (membantu kakak saya ,menjaga toko kelontong milik keluarga).

Ya. Saya sekarang hanya seperti robot. Ya allah, saya baru tahu permasalahan itu sekarang. Lalu, saya tak pernah merasa bahwa diri saya berguna, saya selalu merasa apa yang saya lakukan sia-sia, hanya sebuah pekerjaan tak ternilai. Biasa saja. Tak perlu penghargaan atau apapun. Tapi, mungkin jika saya pahami semua itu terjadi karena saya tak pernah menghargai diri saya sendiri. Saya tak pernah berusaha memberikan sebuah award pada diri saya sendiri, saya selalu menyepelekan diri saya sendiri. Ya, bukan orang lain yang tak menghargai saya, bukan orang lain yang tak mencintai saya, barangkali semua rasa sesak ini bermuara karena saya tak pernah menghargai diri saya sendiri. Karena saya terlalu berusaha menyenangkan orang lain, dan hal itu salah. Sampai kapan pun saya akan merasa tak berguna, jika itu yang saya lakukan. Karena pada dasarnya kita tak akan pernah bisa membahagiakan semua orang.

Mulai hari ini, saya harus melepas semua rasa bersalah saya, melepas semua rasa tak enak saya. Saya harus mengahargai diri saya sendiri. Menyenangkan diri saya sendiri. Tak perlu terlalu memikirkan orang lain, tak perlu terlalu peduli pada orang lain. Saya harus menciptakan kebahagiaan saya sendiri. Bukan berusaha untuk membahagiakan semua. Tak perlu, karena saya tak akan bisa membahagiakan semua orang. Saya tak bisa menjadi apa yang orang lain inginkan.

“Sometimes we forget that happines is made by ouself, not depend on someone or something.”

Advertisements

Gagal Itu Penting

Kegagalan Itu Penting

images

gambar diambil di sini

       Banyak yang bilang gagal itu merupakan kesuksesan yang tertunda. Ada juga seorang teman yang berkata jika kegagalan merupakan sebuah rangkaian yang akan mengantarkan kita pada kesuksesan. Apapun itu pengertiannya, kita semua pasti tahu betapa sakitnya mengalami kegagalan itu. Kita semua pasti pernah mengalami kegagalan, karena barang kali kesuksesan merupakan rangkaian kegagalan yang sudah habis kita nikmati. Dalam tulisan ini, saya tak ingin mengatakan dan mengeluh bagaimana menyakitkannya sebuah kegagalan. Mungkin kegagalan merupakan hal yang menyakitkan, Tapi sebagian dari kita belum menyadari betapa berharganya sebuah kegagalan. Berikut hal-hal yang mungkin akan kamu rasakan setelah mengalami berkali-kali kegagalan :

  • Kegagalan itu Membuat diri kita semakin Kuat

Percaya atau tidak percaya, seperti apa yang dikatakan Kelly Clarkson dalam lagunya yang berjudul What doesn’t kill you make you stonger. Ya gagal mampu membuatmu menjadi pribadi yang lebih kuat. Sekarang coba baca baik-baik dan bayangkan. Kalian pernah gagal bukan ? Lihatlah ke belakang bagaimana kecewa dan menyakitkannya ketika kamu mengalami kegagalan untuk pertama kalinya. FYI, aku pernah gagal beberapa kali ketika mengikuti ujian masuk universitas negeri. Saat itu aku kecewa, sedih, bahkan sempat putus asa. Tapi aku kembali berpikir, kegagalan bukanlah akhir dari segalanya. Masih ada banyak hal yang bisa aku lakukan, masih banyak hal yang harus dipikirkan, masa depan contohnya.           Ya, daripada terus memikirkan kegagalan lebih baik menata kembali masa depan, memikirkan kegagalan tak akan pernah membawa kita pada kesuksesan, justru memikirkan masa depan dan mencoba mewujudkan mimpi adalah usaha nyata untuk  masa depan yang indah. . Dan tanpa kamu sadari kegagalan sudah membawamu pada kemungkinan-kemungkinan lain dalam hidup. Memberi pilihan-pilihan baru yang mungkin akan membawamu pada kesuksesan.

Dan akan kamu lihat betapa kuat dirimu ketika kamu mengalami kegagalan kembali.

  • Kegagalan Menjadikanmu Pribadi yang Pantang Menyerah

Mungkin Ketika gagal kamu akan merasa kecewa, sedih, dan merutuki dirimu sendiri, bahkan lebih parah lagi bisa merutuki keadaan. Tapi Tanpa kamu sadari kegagalan akan menjadikanmu pribadi yang pantang menyerah, always besad on my experience. Saya ingin bercerita, saya sangat menyukai menulis, dan saya sering sekali mengikuti lomba menulis. Lomba menulis apa saja dari mulai menulis cerpen,artikel, hingga kontes seo. Tapi seperti kalian tebak, saya selalu gagal dalam setiap lomba yang saya ikut. Saya belum  berhasil menjadi seorang juara. Tak apa. Tak dapat dipungkiri kadang kegagalan membuat saya pesimis bahkan membuat saya merasa menjadi pribadi yang paling bodoh, tapi jika dipikirkan kembali mental saya berubah. Mungkin ketika pertama kali mengetahui bahwa saya gagal saya langsung down. Dan sempat bebrapa kali mengatakan ‘tak usah ikut lah, kalau ada lomba lagi’.  Tapi ternyata ketika ada lomba saya justru mencoba lagi, lagi dan lagi walaupun akhirnya saya gagal. Dan entah mengapa saya memiliki kata-kata penyemangat tersendiri ketika gagal.

“Semakin banyak kegagalan yang akan kamu alami, Maka semakin manis keberhasilan yang akan kamu rasakan”.

Lalu ada sebuah quote yang kuambil dari blognya koh lexy, isinya begini :

“To participate is much better than to sit down and doing nothing.It’s not always about winning, many times it’s about experiencing.”

Ya ternyata rasa penasaran saya untuk menang mengalahkan semua rasa kecewa saya saat gagal. Dan dengan mengikuti lomba tersebut, setidak saya sudah berusaha. Tidak hanya berdiam diri.

  • Menjadikanmu Pribadi yang lebih Baik Lagi

Sekali lagi, kegagalan bukanlah hal yang harus dirutuki ataupun disesali. Dari kegagalan kita bisa belajar banyak hal. Contohnya, Ketika kamu gagal kamu akan tahu dimana letak kesalahanmu. Kamu akan instrospeksi diri atas kesalahanmu itu. Dan kamu akan semakin mengerti dan mengetahui celah atau kesempatan yang akan membawamu pada kesuksesan. Contoh,  kamu gagal. Dan kamu tahu penyebab hal tersebut terjadi karena human eror, karena kesalahanmu. Maka ketika kamu akan melakukan sesuatu hal yang sama, kamu pasti berusaha sebaik yang kamu bisa dan kamu akan berusaha untuk tak mengulangi kesalahanmu lagi. Itu pun kalau kamu tak menyalahkan keadaan,ya ? dan berhenti menyalahkan keadaan ketika kamu gagal .

  • Lebih Menghargai Sebuah Proses

Ketika mengalami sebuah kegagalan, kamu akan lebih menghargai sebuah proses. Dan bukan tidak mungkin, dirimu pun akan ditempa sedemikian rupa oleh kegagalan itu. Kamu akan lebih mengerti bahwa semua butuh proses, termasuk dalam hal kesuksesan. Dan kamu akan menyadari bahwa kegagalan merupakan salah satu proses untuk mencapai kesuksesan. Kamu akan mengerti bahwa, tak ada orang sukses yang tak mengalami kegagalan. Semuanya pernah gagal. Dengan berpikiran seperti itu kamu akan lebih berbesar hati dalam menerima sebuah kegagalan.

  • Melatih Kesabaran

Ketika mengalami kegagalan kamu pasti akan menangis, kecewa, marah, emosi, dan Kesal. Tapi tanpa kamu ketahui kegagalan dapat melatih kesabaranmu. Dengan kegagalan kamu akan lebih bersabar dan menyadari bahwa segala sesuatu itu tak dapat kita paksakan. Ada hal-hal yang memang tak dapat kita kendalikan sendiri. Ada hal-hal yang sudah diatur dengan sangat rapi oleh Dzat maha Besar, Sang sutradara kehidupan-Tuhan. Dan itu akan membuatmu menjadi pribadi yang lebih sabar.

  • Gagal itu Penting

Mungkin, kita pernah gagal atau sering gagal. Mungkin kita hampir menyerah dengan kegagalan tersebut. Tapi mungkin kita tak menyadari bahwa kegagalan itu penting dan  kita perlu mengalami sebuah kegagalan untuk membuat kita menjadi pribadi yang lebih baik lagi, mengoptimalkan segala kemampuan kita, mengintrospeksikan diri sendiri, bertanya pada diri sendiri ‘kesalahan apa yang kita lakukan, sehingga kita gagal ?’

Dengan mengalami kegagalan, Tanpa kita sadar sebenarnya kita sudah semakin dekat dengan kesuksesan itu sendiri. Asal kita selalu berani dalam mencoba sesuatu hal yang baru dan pantang menyerah. Pernah dengar bukan sebuah quote begini :

“Banyak kegagalan dalam hidup ini adalah orang-orang yang tidak menyadari betapa dekatnya mereka dengan keberhasilan saat mereka menyerah.” – Thomas A Edison