Surat Cinta

Untukmu, seorang gadis yang masih belajar untuk dewasa.

Kadang aku masih melihatmu, membayangkan, bahkan mencoba menjadi dirimu yang dulu. Tidak, itu aku lakukan bukan karena aku tak bisa menjadi diriku sendiri. Hanya, terkadang aku menyukai beberapa sikapmu yang dulu, yang sekarang hilang seiring semakin bertambah usiamu.Coba lihatlah pada masa lalumu sejenak ketika kau tak sanggup melalui hidupmu, ketika rasanya begitu sulit untuk kauhadapi semua masalah seorang diri, bahkan ketika terbersit dalam benakmu untuk menyerah. Tidak, kau tidak perlu menyerah, kau hanya perlu terus berjalan lurus melakukan hal apapun yang kau suka dan menurutmu benar. Dengan penuh keyakinan, tentunya. jadikan masa lalumu sebagai seorang guru paling baik di hidupmu. Sebagai bahan pembelajaranmu untuk menjadi dewasa. Dan berhentilah selalu menganggap semuanya tak pernah terjadi apapun, akui jika memang kau terluka, menangislah jika kau bersedih, karena jika kau terus menyangkalnya, itu hanya akan menjadi sebuah bom waktu bagi dirimu sendiri. Aku tahu kau memang tak bisa menceritakan apa yang kau rasakan kepada orang lain, tapi setidaknya kau bisa jujur pada dirimu sendiri. Berhentilah selalu menganggap bahwa waktu adalah obat penyembuh paling hebat, waktu tak pernah menyembuhkan apapun, hanya kaulah yang mampu menyembuhkan lukamu sendiri.
Aku sangat jarang, bahkan hampir tidak pernah menuliskan surat untukmu. Aku terlalu sibuk memikirkan orang lain, dan menuliskan surat untuk mereka, dan sialnya aku justru melupakanmu dan mengabaikanmu. Seseorang yang sangat penting dalam hidupku, seseorang yang paling mengerti aku. Refleksi diriku di masa lalu, karena memang tanpamu lah aku tak bisa menjadi seperti sekarang ini.
Kau, tak perlu lah berputus asa dan merasa begitu terluka ketika orang-orang yang kau sayangi pergi meninggalkanmu, mereka pun sebenarnya menyayangimu, mereka pun tak rela meninggalkanmu, dan kau tak pernah mencoba mengerti itu, kau hanya mencoba mencari pembenaran, itulah yang kadang membuatmu merasa kesepian dan merasa hidup seorang diri, atau mungkin sebenarnya kau lah yang menutup dirimu sendiri dari orang lain hingga akhirnya kau melukai dirimu sendiri.
Dan ya untuk soal cintamu, kau tak perlu mengkhawatirkan itu. Kau hanya cukup percaya bahwa akan ada orang yang tepat dan begitu mencintaimu. Dan akan selalu mendo’akanmu diam-diam sehingga kau tak mengetahui itu, Mungkin dia sedang menunggumu di suatu tempat. Percayai itu ! Tapi kau harus ingat satu hal, kau harus membuka pintu hatimu terlebih dahulu jika mereka mencoba untuk masuk, kau harus membiarkan mereka mengambil hatimu, bukan menutupnya dengan rapat dan membiarkan mereka pergi, bahkan sebelum mereka mengetuk pintu hatimu itu.. Akh ya, yang perlu kau ketahui, Kesalahan hanya harus kau jadikan pelajaran, tak patut kau jadikan kenangan, karena hanya sakit yang kau dapat jika mengenangnya. Penyesalanpun tak akan pernah membuat semuanya kembali, sungguh lupakanlah semua itu.

Surat ini aku tulis untuk seseorang yang paling berarti dalam hidupku, orang yang paling memahami aku melebihi siapapun, diriku sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s