Fase-Fase Kehilangan

bismillahirrahmanirrahim

Ada yang pernah mengalami kehilangan ?
Pasti semua orang di dunia ini pernah mengalami kehilangan. Kalau kehilangan orang yang kita sayang karena sebuah kematian ? Pernah ? Aku pernah. 2 kali malah. Hal paling sulit yang harus aku alami. Jika boleh protes rasanya aku ingin sekali protes. Tapi bukankah takdir kita sudah ditulis ? Kita tak bisa protes sekalipun kita merutuki itu. Dan tak ada yang bisa menghindar dari kematian,bukan ?

Tak ada maksud apapun aku menuliskan ini, aku hanya ingin mengingatkan diriku sendiri ketika aku mulai merindukan kedua orang tuaku dan mulai merutuki takdir. Ya kedua orangku telah meninggal. Tuhan telah mengambilnya. wajar memang jika tuhan mengambil kedua orang tuaku, karena mereka memang milikNya,bukan ?

Lalu ada beberapa fase yang dialami seseorang ketika mengalami kehilangan menurut Elizabeth Kubler-rose dan yang pernah aku alami :

1. Denial
Ini fase pertama yang secara tidak sadar dialami oleh seseorang yang mengalami kehilangan. Tak menutup kemungkinan seseorang pasti akan syok ketika harus menghadapi suatu kehilangan, terlebih jika itu adalah orang yang paling mereka sayangi. Dan aku pun mengalami fase ini. Dulu ketika ibuku meninggal aku menyangkalnya.
Aku berkata ” enggak mungkin. Ibu ga mungkin meninggal. enggak mungkin dia pasti hanya tertidur.” ya ada ketidakpercayaan pada ucapanku. Dan memang jujur aku sangat syok ketika mengetahuinya.

2. Anger
Sudah pasti, seseorang yang mengalami kehilangan pasti akan marah dan menganggap semuanya tidak adil. Fase ini ditandai dengan seseorang yang akan berbicara kasar, agresif dan lebih parahnya adalah menyalahkan takdir. Dalam fase ini seseorang akan menyadari bahwa dia sedang mengalami kehilangan tapi, kadang dia mencari kambing hitam atas segala yang terjadi dan mengkambing hitamkan seseorang atau apapun itu. ”Ibuku meninggal pasti karena rumah sakit itu ga bener merawat ibuku. Rumah sakit itu lalai.” ya seperti itulah biasanya.

3. Bargaining
Dalam fase ini, emosi seseorang yang kehilangan itu akan menurun tapi, ada rasa bersalah yang menyeruak dihatinya. Ya dia akan mulai melakukan tawar menawar pada Tuhannya atau bahkan membuat pengandaian-pengandaian tertentu. contohnya dulu ketika ibuku meninggal aku berkata ”coba kalau dulu aku tak mengekos dan tinggal di rumah saja pasti ibu ga akan meninggal.” atau ” kenapa mesti ibu yang meninggal ? Kenapa ga aku saja ?”
rasa bersalah yang paling berkuasa dalam fase ini.

4. Depresi
Seseorang akan merasa begitu depresi, menyatakan keputusasaannya, bahkan ada keinginan di dalam dirinya untuk mengakhiri hidupnya, dia merasa hidupnya sudah tak berguna dan merasa tak akan bisa melalui hidup tanpa seseorang yang telah tiada itu. Biasanya Fase ini lah yang paling lama dialami, Dan fase ini pula yang paling berbahaya karena jika tak diberi dukungan maka ada kemungkinan dia akan menjerumuskan dirinya ke hal yang negatif serta akan mencoba untuk mengakhir hidupnya. Jangan tanyakan apakah aku mengalaminya atau tidak, jika seseorang yang pernah menjadi tempat curhatku membaca tulisan ini, aku yakin dia tahu apakah aku mengalami fase ini atau tidak.

5. Acceptance
Inilah fase kehilangan yang terakhir, seseorang akan menerima apa yang telah terjadi dan menganggap bahwa semuanya memang takdir. Seseorang akan menerima kehilangan tersebut. Perhatiannya dan rasa sakitnya terhadap kehilangan itu sudah mulai berkurang.
Aku sendiri mungkin baru menerima kehilangan tersebut. Akh tidak. aku memang sudah menerimanya sejak pertama ibuku meninggal, hanya saja kenangan itu begitu sulit untuk kulupakan, dan terkadang itulah yang membuatku sakit. Tapi tak ada yang bisa melupakan kenangan bukan ? Sekali pun kita lupa, bayangan sekilas tentang kenangan kita di masa lalu itu pasti ada. P-a-s-t-i. Dan kata-kata yang membuatku tersadar dan merelakan kepergian ibuku adalah ”Kematian itu pasti, kita pun akan menghadapinya suatu saat. Dan itu artinya semua orang pasti akan mengalami kehilangan, entah sekarang atau nanti, pasti semuanya akan mengalami. Dan kita pun suatu saat nanti harus meninggalkan orang yang kita sayang. Dan mungkin bedanya kita harus merelakan ibu sekarang.”

Ya itulah yang membuatku tersadar, perkataan dari kakakku itu yang membuatku sadar. Semua orang pasti akan mengalami kehilangan, hanya bedanya aku harus mengalami itu sekarang. Dan semua yang terjadi itu memang takdir, tak ada yang bisa menghindar dari takdir,bukan ? Dulu, aku selalu merasa ibu pergi di waktu yang tidak tepat, karena aku benar-benar masih membutuhkan beliau dan karena saat itu aku memang sedang begitu dekat dengan beliau. Tapi sekali lagi aku tersadar sejatinya tak ada waktu yang tepat untuk merelakan seseorang yang kita sayangi pergi, karena pada dasarnya manusia tak bisa menerima sebuah kehilangan.

Dan fase-fase itu tak selalu berpatokan akan seperti itu, kadang seseorang hanya akan mengalami 3 fase atau 2 fase, kadang tak berurutan dan bahkan hanya berhenti di fase-fase tertentu bahkan ada yang mengalami semua fase tersebut- seperti aku.

lost
sumber gambar dari sini

Sekilas postingan dari ku. untuk yang sedang mengalami kehilangan. Tersenyumlah, tak apa kalian mengalami kehilangan karena suatu saat yang lain pun akan mengalaminya. Dan mengutip dari postingan milik kak Febrianti almeera disini bahwa sesungguhnya kita tak pernah mengalami kehilangan, karena sejatinya yang ada di dunia ini milik Nya, dan semua hanya titipan.

Dan untuk yang pernah mengalami fase-fase diatas, silahkan share di box komen dibawah ya…

Advertisements

3 thoughts on “Fase-Fase Kehilangan

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s