Nightmare

Gadis berambut hitam pekat itu menatap dalam diam atas apa yang terjadi di hadapannya. Tubuhnya bergetar Hebat. Entah apa yang ia lihat. Sesekali dia bergumam pelan ”jangan… Jangan…”

Kini Keringat dingin mulai mengucur deras di keningnya. Tubuhnya kaku tak bisa digerakkan sedikitpun, Berteriak pun rasanya percuma. Karena tak ada suara yang mampu keluar dari mulutnya.

Seseorang terus mencoba menghujam pisau kearah seorang lelaki. Satria. Gadis itu yakin satria lah yang sedang diserang oleh seseorang berjubah itu. Akh ingin sekali rasanya dia berteriak dan menolong satria. Terus berkali-kali. Hingga Ayunan pisau itu kini berhasil melukai tangan kiri satria, Darah segar mengalir deras dilukanya itu. Lelaki berjubah itu tiba-tiba Menoleh dan Menatap nya tajam.

”Satria….” Teriak gadis itu kencang memenuhi penjuru rumahnya. Lagi. Dia harus melihat pembunuhan lagi. Hal yang tak pernah dia inginkan. Terlebih sejak saat itu, saat dimana ibunya harus meninggal secara mengenaskan di hadapannya. Bahkan Kejadian itu persis seperti apa yang ada dalam mimpinya beberapa minggu sebelum peristiwa itu terjadi.

”Kenapa, Anna ?” Papah mengusap kepalanya halus. Anna hanya terdiam, tak ada satu katapun yang keluar dari mulutnya. Hanya air mata yang terus mengalir melalui pipinya. Sungguh hatinya begitu takut. Dia benar-benar tak ingin kehilangan seseorang yang dia sayangi kembali. Satria merupakan sahabatnya dari kecil.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s