Tak Ada yang Sia-Sia

Bismillahirahmanirahim

hopeless

sumber gambar dari sini

”semua yang telah kita lakukan, hal sekecil apapun itu sungguh tak ada yang sia-sia. Percayalah!”

Sebenarnya alasan aku menulis ini karena sebuah obrolan singkat antara aku dan seorang teman. Dia teman satu jurusan denganku. Dia seolah-olah tak begitu peduli dengan pendidikannya. Akh semoga dia membacanya. Saat itu kami sedang dalam perjalanan pulang dari sebuah acara baksos pada bulan ramadhan. Aku berkata ”kamu kenapa jarang masuk kelas ?”

tanpa kuduga dia berkata ”aku ngerasa ga ada gunanya kuliah, semuanya teori, enggak ada praktiknya.”

Mungkin dia orang yang tak terlalu percaya tentang ungkapan bahwa apa yang telah kita lakukan tak ada yang sia-sia. Dan aku salah satu orang yang percaya dengan ungkapan tersebut. Bukan, bukan karena aku sok naif atau bagaimana. Tapi karena aku pernah mengalaminya, beberapa kali malah. Sebagai contoh, dulu ketika ibuku diambil oleh Tuhan, aku selalu menulis surat untuknya dalam bahasa inggris, saat itu aku tak bermaksud mengasah bahasa inggrisku, aku hanya ingin menulis surat agar perasaanku membaik, tapi memang menggunakan bahasa inggris dan jujur apa yang aku lakukan itu hanya sekedar keisengan semata. Tapi tahu kah kau ?? Ternyata apa yang aku lakukan itu memberikan dampak tersendiri untukku. Karena kebiasaanku itu, aku jadi lumayan mengerti grammar dan sering kali menulis sambil belajar grammar, terus yang paling menyenangkan adalah aku jadi mendapatkan nilai yang memuaskan dalam mata kuliah structure. See ? Benarkan apa yang aku bilang, what we have done there is no hopeless. Dan jika kalian belum merasakan apa manfaat dari yang sedang kalian kerjakan saat ini, anggap saja itu sebuah bakal pohon yang harus terus kalian tanam dengan penuh kesabaran yang pada akhirnya akan memberikan buah yang amat manis.

Dan aku pun pernah membaca sebuah tulisan di blog kak febrianty almeera, disana dia bercerita saat dia tak merasakan manfaat kuliah yang sedang ia jalani, hingga prestasinya di kampus menurun dan dia sempat berpikir untuk menghentikan kuliahnya. Tapi entah mengapa selama dia terus berpikir bahwa tak ada gunanya melakukan hal yang hanya sekedar teori, pengalaman dan praktik lebih penting dan berguna. Saat itu di sebuah acara seminar seorang narasumber berkata “Sukses itu bisa didapatkan dari 2 hal. Hal yang pertama adalah melalui ilmu dan gelar pendidikan yang kita miliki. Dan yang kedua adalah melalui soft skill kita. Tapi.. ternyata ada 1 hal lagi yang bisa lebih mendongkrak kesuksesan seseorang, yaitu bila ia mampu menguasai.. keduanya.” – Jamil Azzaini

Dan setelah itu seorang dosen yang dia kenal pun tiba-tiba memberikannya nasehat “Berprestasi itu sebetulnya bukan sebuah pilihan, tapi sebuah keharusan. Berprestasi di bidang apa, itu baru pilihan, hak setiap orang. Tapi selama berpuluh tahun saya berada di bidang pendidikan, saya menyaksikan betul betapa para mahasiswa yang mampu menggabungkan prestasi di bidang akademik dan prestasi di luar itu melangkah lebih hebat dari yang lainnya. Saya bicara fakta, bukan teori. Bersemangatlah disini, untuk keindahan mimpi-mimpimu.” – Budhi Pamungkas

Dari pengalaman kak febrianty Almeraa tersebut kita bisa menyimpulkan, bahwa Sungguh memang tak ada yang sia-sia, aku sudah mengalaminya berkali-kali dan pengalaman kedua yang pernah aku alami adalah saat aku mendapatkan nilai buruk dalam mata pelajaran akuntansi di SMA, aku tak mau nilaiku terus menurun, so aku terus belajar dengan rajin, sebenarnya saat itu aku melakukan hal itu hanya agar aku bisa meraih nilai yang pas dari KKM, tapi ternyata apa yang aku dapatkan jauh melebihi target.. Dan dari situ aku belajar bahwa semua yang pernah kita lakukan tak ada yang sia-sia. Mungkin hal yang sedang kita kerjakan saat ini terlihat remeh, tak bermanfaat, tapi percayalah hal kecil yang mungkin kita remehkan itu terkadang akan membawa kita pada hal besar. Bukankah kita mampu melakukan hal besar karena kita sudah terbiasa melakukan hal kecil ? Pernah mendengar quote seperti itu, bukan ??

Lalu ada seorang Raditya Dika, seseorang yang terkenal karena iseng menulis kisah hidupnya di blog, lalu tiba-tiba seorang penerbit ingin mengangkat ceritanya dan menerbitkan menjadi buku, itu bukti bahwa apa yang kita lakukan selama ini tak ada yang sia-sia.

Hanya itu yang bisa saya tulis semoga bisa memberi inspirasi bagi orang lain yang saat ini merasa jenuh dengan apa yang sedang mereka kerjakan. Termasuk diri saya sendiri.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s