Ibu

images

Bismillahirohmanirohim
Mungkin judulnya sudah terlalu biasa. Esok umat islam akan melaksanakan shalat ied dan merayakan hari raya Idul Adha yang katanya hari raya qur’ban. Dan masih seperti suasana saat idul fitri, i do miss my mom. Sebenarnya aku menulis ini untuk mengenang dan mencoba menyimpan kenanganku dengan almarhumah beliau dengan sebuah tulisan. Tahun lalu, 15 oktober 2013, aku masih ingat betapa bahagianya ibu mengenakan baju batik berwarna hijau yang merupakan pemberian dari kakak perempuanku. Beliau beberapa kali melihat wajahnya ke cermin bahkan seperti biasa meminta ku untuk membantunya memakai kerudung agar lebih rapi, tapi saat itu aku menolaknya. Saat itu memang wajah ibu sudah pucat, aku pun tak tahu dan tak mempermasalahkannya. Namun beberapa minggu setelah Idul Adha, setelah beliau tersenyum setiap hari dan memamerkan baju barunya padaku, dia pergi untuk selamanya. Aku memang sudah ikhlas untuk melepas beliau, tapi bagaimanapun kenangan tetaplah kenangan, tak akan pernah mudah untuk melupakan kenangan, walau seberapa keras kita mencoba untuk melupakan itu.

Satu yang pasti, aku mencoba menghidupkan ibu dihatiku. Bagaimana caranya ? Dengan mengingat semua ucapannya, dan mematuhi semua nasehatnya. Tidakkah itu menyedihkan ? Tidak. Karena itu pesan terakhir dari ibuku dan aku percaya pesan itu akan berguna untuk hidupku kelak.
Dan berikut beberapa nasehat ibu yang sengaja aku tulis agar aku selalu mengingatnya:

1. ”Tak apa oranglain menjelekkanmu, tak apa orang lain berkata hal yang buruk tentangmu, tapi ibu percaya sama kamu. Ibu percaya. Ibu juga sayang sama kamu.”

dan beliau pun sering mengatakan ”Hidup itu harus liat kebawah enggak boleh ke atas terus. Masih banyak yang lebih susah dari kita, harus sering-sering bersyukur.”

2. ”kuliah enggak mesti di universitas negeri aja. Kamu bisa sukses dimana aja. Mungkin itu bukan rezekinya kamu. allah sih enggak susah nia, Allah sih segala bisa. Buat orang kaya jadi miskin dalam sedetikpun bisa, buat orang miskin jadi kaya dalam sedetikpun bisa. Allah maha segalanya, allah enggak susah lakuin semua itu kalau Dia berkehendak.”

Dan terakhir adalah pesan yang akan selalu aku ingat dan merupakan pesan terakhir dari beliau. Pesan yang harus aku selalu penuhi dan aku lakukan. Pesan yang membuatku lebih kuat untuk menjalani hariku tanpa beliau

“enggak usah takut, yang sabar, yang perihatin, jangan ninggalin shalat. Allah SWT maha besar, maha segalanya, Allah pasti ngasih jalan, allah bisa ngelakuin apapun, enggak usah takut.”

dan entah mengapa di dalam mimpi pun beliau masih menasehatiku, saat itu ibu mendekapku erat. “bu, jangan pergi lagi. nanti nia bakal jagain ibu, nia enggak bakal nakal lagi, nia bakal nurut sama ibu.” ya. Cuma itu yang bisa aku katakan beberapa kali. Dan beliau hanya berkata “enggak apa-apa ibu pergi. jangan takut ! ada Allah yang bakal jagain kamu.”

Sebenarnya tak ada maksud apapun aku menuliskan ini, hanya ingin saling mengingatkan, siapa tahu kita pernah lupa akan nasehat orang tua kita yang pernah kita abaikan, siapa tahu kita pernah tak mendengarkan nasehat mereka, coba ingat-ingat kembali nasehat tersebut. Karena ketika mereka sudah tak ada, hanya itu yang bisa membuat kita mengenang mereka, mencoba menghidupkan mereka dengan mengingat dan mematuhi nasehat mereka.

“sungguh tak ada waktu yang tepat dan tak tepat untuk merelakan seseorang yang kita sayangi pergi. Kenapa ? karena pada dasarnya manusia tak pernah bisa menghadapi dan menerima kehilangan. Dan kehilangan selalu membawa luka yang taj pernah dijelaskan.”

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s