I’M Getting Over You

Dia gila. Aku yakin sekali bahwa dia sudah gila. jika dia tidak gila, dia tak akan melakukan itu di hadapanku. Aku tau, aku tak berhak melarang atau pun meminta sesuatu dari nya. Tapi tak bisa kah dia menghargaiku ? aku hanya mampu melihatnya di sini, di sudut ini melalui sebuah kaca yang membedakan ruangan antara aku dan dia. Tak ada yang bisa aku lakukan selain menatapnya. Dengan wanita yang sama, dengan kelakuan yang sama setiap hari dan rasanya aku pun hampir gila seperti dia.

”aku cinta kamu.” dia mengelus rambut panjang wanita di hadapannya. Detik berikutnya dikecupnya bibir mungil wanita itu. Akh aku benar-benar bisa gila.
Dan wanita itu hanya diam. Terpaku seperti patung. Apa dia juga gila ? Hey ini kantor, bukan rumah mereka. Lagi pula mereka hanya sepasang kekasih bukan sepasang suami istri, keliatan begitu tak pantas jika bercumbu di sebuah kantor. Ya walaupun itu memang kantor milik mereka. Dia menatapku, pandanganku teralih dari tatapannya. Aku sebenarnya muak melihat itu semua.

****
Musik menggema di setiap sudut ruangan ini. Ada beberapa orang yang sedang berdansa dan ada pula beberapa orang yang hanya duduk diam menikmati minuman sepertiku. Aku tak terlalu pintar berdansa. Aku hanya sesekali pernah menari. Menari dan berdansa beda bukan ? Ya sebenarnya sama, tapi aku tak terlalu tertarik berdansa malam ini. Pikiranku kacau, hatiku pun tak kalah kacau dari pikiranku. Ini semua karena dia. Setiap malam aku akan selalu terjaga dan pergi kesini hanya karena dia. Akh betapa bodohnya aku.

”Kau semakin cantik saja.” aku menolak sentuhan nya, aku tak ingin dia melakukan apapun kepada tubuhku lagi. Tidak untuk kali ini. Dia kira aku apa ? Hey, aku bukan sebuah mainan yang bisa kau mainkan sesuka hatimu, aku juga bukan sebuah pelabuhan tempat dia berlabuh dan beristirahat lalu melanjutkan kembali perjalanannya. Sejak kapan dia begitu menyebalkan. Sebenarnya aku berharap bisa melahirkan seorang anak dari dia. Karena dengan begitu aku bisa menghancurkan semua yang dia miliki, entah wanita itu, karir atau apapun yang dia punya.
Aku beranjak pergi dan meninggalkan dia seorang diri. Akh biarlah, biar dia mengetahui bagaimana berharganya aku, ya kadang seseorang harus merasa kehilangan terlebih dahulu, agar dia mengerti betapa penting orang yang telah ia siakan. Namun terasa ada sebuah tangan yang menggenggam lenganku. Erat. Membuat langkah kakiku terhenti.

”kau kenapa ?”

Aku menatapnya tajam, mengisyaratkan agar dia melepas genggaman tangan itu.

”Aku bukan tempat yang bisa kau singgahi seenakmu. Aku pun tak mau melakukan semua itu lagi denganmu. Dengar, aku sudah tak mau mengenalmu lagi.”

”kau kenapa ?” lagi. Dia hanya mampu menanyakan hal tersbut kembali. mungkin dia terlalu shock. Atau entahlah.

”satu tahun hubungan kita, dan nyatanya aku tak pernah mendapatkan apapun darimu, selain pengharapan dan rasa sakit tentunya.” genggaman tangannya aku lepaskan, dan berjalan menjauhi nya. Aku menghampiri beberapa orang di lantai dansa, dan mencoba berdansa dengan mereka, hingga pagi. Hingga rasa penatku berkurang. Sesekali aku menenggak beberapa minuman yang terasa pahit itu. walau rasanya pahit, tapi itu membuat jiwaku melayang-layang. Indah. Membuat ingatanku hilang mendadak. Membuat aku mampu melupakannya.

****
Dalam keadaan mabuk, aku masih dapat melihat seseorang yang membawaku pulang. Meletakkan ku di ranjang kayuku. Serta menyelimutiku. Akh begitu manisnya lelaki ini. Aku tak tau dia siapa. Tapi wajahnya tak asing bagiku.

”Tonight i’m getting over him with somebody new. And not him.” lirih aku mengucapkan itu. Sebenarnya ada sebuah keengganan untuk mengatakan itu.

”dan aku akan membantumu melupakan dia.” suaranya begitu lembut di telingaku

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s