Tentang Menulis

1387246247715

Apa itu menulis ? Menulis adalah kegiatan keabadian dimana seseorang akan dikenang melalui karyanya, ya itu menurutku.

Aku sudah tak peduli bagaimana tanggapan orang lain terhadap tulisanku, apakah itu menginspirasi, bermakna, atau memberikan pelajaran dan menarik. Yang kutahu pasti, aku hanya ingin menulis untuk diriku sendiri dan jika orang lain senang dengan tulisanku, itu merupakan suatu hadiah tersendri bagiku. Baiklah aku akui bahwa aku sangat menyukai menulis. Kenapa ? Karena aku lebih senang menuliskan apa yang aku rasakan dan apa yang terjadi dalam hidupku daripada harus menceritakannya pada orang lain. dan tentu aku pun menceritakannya pada Tuhan. Kau tahu ? Manusia biasanya selalu merasa masalah yang ia hadapi lebih berat daripada masalah orang lain. Itu wajar dan aku mengerti itu. Tapi jika kau menulis, tak ada yang akan menyalahkanmu, tak ada yang akan menganggapmu lemah.
Sebenarnya awal saya menyukai menulis itu karena hobby membacaku dan ya kalian pasti tau menulis dan membaca merupakan satu kegiatan yang tak pernah bisa dipisahkan, hingga akhirnya aku mulai tertarik untuk menulis, ya walaupun cuma menulis sebuah diary.

Aku pernah membaca di sebuah blog milik ka almeera febrianty, di sana beliau menuliskan bahwa menulis bisa merelease emosi. Dan aku harus membenarkan pendapatnya itu. Aku tak hanya sekedar menyetujui pendapatnya tapi aku pun merasakannya dan mengalaminya. Baiklah aku akan bercerita sedikit tentang pengalamanku, Ketika ibuku diambil oleh Tuhan, aku tak tahu harus menceritakannya pada siapa selain pada Tuhan dan aku terlalu malas untuk menceritakannya pada orang lain, Maka aku memilih untuk menulis setiap hari, menulis surat untuk ibuku setiap hari. Mencoba meluapkan rasa kehilangan dan kesedihan yang aku rasakan melalui tulisan, mencoba percaya bahwa ibuku akan membacanya dan perasaanku akan lebih baik. Dan ternyata seiring berjalannya waktu aku memang mampu mengontrol perasaanku itu. Berita baiknya adalah Karena kebiasaanku itu aku mampu menulis beberapa cerpen yang bertemakan tentang ibu. Memang cerpen itu belum aku publikasikan pada siapapun kecuali pada teman terdekatku. Dan ternyata hal yang sama pun dilakukan oleh pak BJ Habibie, mantan presiden nomor 3 di indonesia. Beliau menuliskan sebuah buku berjudul Habibie dan ainun. Beliau bahkan berkata bahwa buku itu sebagai obat atas rasa kehilangan dan kerinduannya terhadap sang istri tercinta. Ya menulis bisa dijadikan terapi dan penyembuh bagi seseorang yang terluka, tentu bukan fisiknya tapi psikologisnya.

Lalu aku pun pernah membaca bahwa menulis itu merupakan merapikan kenangan. Sebenarnya aku tak terlalu mengerti akan hal itu tapi setelah beberapa kali aku menulis untuk mengingat semua kenanganku tentang orang-orang terdekatku, aku baru mengerti. Menulis memang merupakan salah satu kegiatan merapikan kenangan. Di saat aku mengingat dan menyalurkannya melalui tulisan, aku mampu mengintrospeksi diriku sendiri, mampu menyadari kesalahan-kesalahanku yang lalu dan sebisa mungkin tak akan aku lakukan kembali. Serta ketika menuliskan semua kenangan itu semua orang akan membacanya dan kita pun akan terus mengingat kenangan itu melalui tulisan tersebut. Bukankah kemampuan otak kita tak secanggih komputer ? Bahkan komputer saja bisa rusak, bagaimana dengan otak kita ? Tentu kita tak ingin melupakan semua kenangan dalam hidup kita dengan orang-orang yang kita sayangi,bukan ? So menulislah..

Dan sekarang aku mulai membenci diriku sendiri karena aku sudah begitu jarang menulis. Padahal menulis adalah hal yang sangat aku sukai.

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s