Long Distance Relationship

seandainya jarak tiada berarti

kan kuarungi ruang dan waktudalam sekejap saja

seandainya sang waktu dapat mengerti

takkan ada rindu yang terus mengganggu

kau akan kembali bersamaku

       Apa yang kau lakukan jika rindu seolah meremas sebagian hatimu ? membuat rasa nyeri tak terkira.mati rasa. hati ini terasa ingin terus mendekap hatinya.erat. 

Gadis bermata hitam pekat itu menerawang bebas dalam lamunannya. dengan sebuah lagu yang mengalun lembut di telinganya. Dia tak bisa menterjemahkan rasayang tengah bersemayam di hatinya. rindu ? mungkin karena tak ada kata lain yang tepat untuk menggambarkan rasa rindu yang dalam ini.

                           lembut sentuhan yang bersarang tepat di pundaknya, suara ombak memberi rasa tesendiri atas kebersamaan ini. seorang lelaki di sampingnya terus mendekap erat gadis bertubuh mungil itu. sang gadis hanya diam.terpaku. mencoba merasakan dengan seksama sentuhan lembut itu.

“si jelek ini.”  menggoda mungkin merupakan hal yang paling ia sukai . Dia sangat senang mengerjai gadis di sampingnya. Sementara sang gadis sendiri hanya mengerucutkan bibirnya.sebal. Dia tertawa puas melihat wajah gadis di sampingnya

” kalau nanti kita pisah karena waktu, kamu akan tetap ada disini dan disini.”

Lelaki itu menunjuk bagian dada dan kepalaya, lalu, sebuah senyum terlukis di wajah sang gadis. Senyum yang manis lengkap dengan gigi kelinci dan bibir tipisnya. Dia terharu dengan apa yang diucapkan oleh lelaki itu. Tak terlalu jelas memang tapi kata itu mampu dengan mudah ditangkap oleh gendang telinganya. Walau ombak terus berderu dan  mengalahkan suara lelaki itu yang seolah seperti bisikan.

“Kiara…Kiara.”

Gadis bertubuh mungil itu menggeleng cepat, bingung dengan apa yang dilakuan seorang gadis di hadapannya. llalu dengan suara melengking yang sama sang gadis berkata ” kamu tadi dengerin aku ngomong enggak sih?”

Kiara sendiri nampak berpikir, jiwanya memang sedang tak berada di tempat yang sam adengan raganya.  Yang Kiara ingat gadis di hadapannya sedang membicarakan sebuah pantai di daerah pelabuhan ratu, pantai yang membuat otak Kiara memutar kembali ingatan beberapa tahun yang lalu. dihelanya napas dalam-dalm dan dihembuskannya dengan pelan saat itu juga. Kepalanya mengangguk lemah dan beranjak dari tempat duduknya. Gadis di hadapannya hanya menatap heran pada Kiara.

                       Tanpa terasa tetes air mata mulai membasahi pipi ranum Kiara.sesak. hatinya berkecamuk dia ingin ingin segera menghilangkan rasa rindu yang terus mengganggu setiap harinya, yang hampir membunuhnya setiap waktu. mungkin dia memang kekanakkan, tapi apalah daya.  Bagaimana pun kenangan akan selalu menyimpan cerita tersendiri., terlebih jika kenangan indah dengan seseorang yang berarti pula dan lebih menyakitkan lagi jika orang tersebut tak ada di samping kita.

Terdengar suara berderit dari pintu yang Kiara tutup ketika memasuki kamarnya,Kiara langsung mendekap erat boneka panda kesukaannya. Mencoba mengenyahkan rasa sesak di hatinya, mencoba menghilangkan rasa rindu yang terus mengnyiksa batinnya.  Kiara ingat saat Farel memberikan boneka itu padanya.

“kamu bisa peluk boneka ini kalau kamu rindu sama aku.” penuh cinta Farel mengacak rambut kiara.  Kiara tak pernah menghilangkan senyumnya ketika bersama dengan Farel.

Farel salah, jika dia mengatakan bahwa boneka ini mampu menghilangkan rasa rindu Kiara terhadapnya. Nyatanya, memeluk bonek panda itu malah semakin membuat Kiara pilu. Tangisnya semakin memilukan  Bahkan dia merasa seolah-olah tak bisa bernapas Air matanya tak mampu untuk berhenti menetes, malah semakin deras mengalir di pipinya, membentuk jejak-jejak air mata di pipi tambunnya. Tak ada yang bisa Kiar alakukan,, dia hanya mencoba bertahan. seandainya dia mampu dia ingin menjadi sang penjelajah waktu dang mengarungi ruang waktu untuk bertemu dengan Farel,kekasihnya, yang kini sedang berada dipinggiran kota australa. walau samudera memisahkan mereka, walau lautan menjauhkan mereka dan walau jarak mencoba menggoyahkan cinta mereka , tapi hatinya satu dan dia selalu percaya bahwa farel akan kembali padanya

 

Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s