Hal-hal Kecil yang Dilakukan Ini Jadi Bukti Bahwa Kamu Menyayangi Kedua Orang Tuamu

Orang tua adalah seseorang yang paling tulus dalam merawat kita, tentu rasa sayang dan cinta mereka sudah terperlu kita ragukan lagi. Sejak kita kecil bahkan hingga kita dewasa nanti mereka akan tetap menyayangi kita, tanpa mengharapkan balasan, dan imbalan. Bahkan walau kita sudah menikah pun kita masih tetap membutuhkan mereka dan kadang menyusahkan mereka.

Lalu bagaiamana dengan cinta dan kasih sayang kita pada mereka? Apakah kasih sayang dan cinta kita sudah sama seperti kasih sayang dan cinta mereka pada kita ? Rasanya, tak ada yang bisa menyayangi kasih sayang dan cinta kedua orang tua kepada anaknya. Cinta kita pada mereka pun masih diragukan, Cinta dan kasih sayang kita pada orang tua tak ada apa-apanya. Tapi berikut merupakan hal-hal kecil bisa dilakukan sebagai bukti bahwa kamu begitu menyayangi mereka :

  1. Menuruti perintah mereka

Kadang kita sering melawan perintah orang tua kita. Tanpa sadar kita sering melanggar atau bahkan mengabaikan perintah mereka, padahal menuruti kemauan dan perintah mereka bisa menjadi salah satu hal yang membahagiakan bagi kedua orang tua.  Tentu, perintah yang harus kita turuti itu harus berupa perintah yang baik dan tidak melanggar perintah agama ataupun melanggar hukum. Tanpa kita ketahui, menurut perintah orang tua, bisa menjadi hal paling membahagiakan bagi orang tua. Bagaimana tidak, semua orang tua pasti mengharapkan anaknya menjadi anaknya penurut dan baik.

  1. Meluangkan waktu untuk mereka

Orang tua tak pernah mengharapkan hal besar kepada anaknya. Sebenarnya, orang tua kadang hanya menginginkan waktu anaknya yang disishkan untuk mereka. Mereka hanya ingin kita meluangan waktu kita untuk bersama mereka, mengobrol bersama, menceritakan banyak hal yang kita lakukan dan kita sukai. Kebersamaan seperti itulah yang mereka inginkan, dan biasanya mereka akan sangat senang jika anaknya mau terbuka, dan meluangkan waktunya untuk mereka.

Tahu,kah kamu? Sehebat dan sekaya apapun kamu, orang tua tak mengharapkan apapun, mereka hanya mengharapkan waktu kita untuk bersama mereka. Mereka hanya menginginkan kita untuk menemani sisa tua mereka, bercanda dan mengobrol dengan mereka. Sesederhana itu yang diinginkan oleh orang tua.

  1. Membantu Pekerjaan Ibu

Pernah terpikir olehmu betapa lelahnya ibu melakukan semua pekerjaan rumah, dimulai dari mencuci, mencuci piring, membereskan rumah, memasak dan bahkan harus mengurusi dirimu dan anggota keluarga yang lain?

Tahu, tidak kalau ibumu akan sangat tersentuh dan senang ketika kamu membantu meringankan pekerjaannya. Ibumu akan sangat bangga padamu, karena itu artinya kamu mampu menjadi peribadi yang peduli pada sesama dan bertanggung jawab. Dan itu merupakan hasil didikkannya.

  1. Peluk dan Katakan Bahwa Kamu Menyayanginya

Tak ada hadiah paling manis bagi seorang ibu selain mendapatkan pelukan dan mengatakan ‘aku menyayangimu’. Pelukan tersebut menjadi obat dan dukungan paling besar bagi ibumu ketika dia sedang stress dan menghadapi masalah yang berat. Hal kecil yang kamu lakukan itu bisa memberikan semangat kembali. Bagaiamana tidak, anak sematawayangnya memeluk dan mengtakan cinta ketika dia sedang benar-benar membutuhkan kekuatan dan dukungan dari seseorang yang paling dekat. Selama ini ibumu sudah begitu lelah merawat dan membesarkanmu hingga kamu dewasa. Dengan memeluk dan mengatakan ‘aku menyayangimu’ bisa membuktikan bahwa kamu memang benar-benar meyangi beliau. So, kapan kamu memeluk dan mengatakan sayang pada beliau? Jangan hanya pada pacarmu saja kamu melakukan hal manis tersebut, lakukanlah hal kecil itu pada ibumu. Seseorang yang paling dekat denganmu.

Bersabarlah!!!

 

Jadi apa yang kau pikirkan? Terjebak di kampus yang tak kau duga sebelumnya? Terjebak dengan rutinitas yang membosankan Atau kau sudah terlalu lelah dengan semuanya?

Ketika kau berpikir untuk menyerah ingatlah saat dimana kau mulai memutuskan untuk memilih jalanmu sekarang!

Ketika kau berpikir untuk menyerah, ingatlah alasan awal atas semua yang kau lakukan sekarang!!

Ketika kau berpikir semua yang kau lakukan terlalu melelahkan, ingatlah jalan panjang yang telah kau lalui sejauh ini!!

Bagaimana? Saat itu, liatlah kedepan karena kau akan menyadari betapa kuat dirimu sekarang!!

Ketika kau memutuskan untuk berhenti, ingatlah sejauh mana dan sebanyak apa pilihan yang telah kau ambil, hingga kau sampai pada saat ini!!

Jangan menyerah! Kau tau? langkahmu hanya tinggal sedkit lagi.

Mungkin kau sudah hampir mencapai puncak, lalu, pikirkan apa yang akan terjadi jika kau memilih menyerah?

Kau tahu? Jika kau menyerah, orang-orang akan menertawakanmu.

kau tak akan menadapatkan apapun dan yang paling menyakitkan, semua yang kau lakukan akan berakhir pada kesia-siaan jika kau menyerah.

Bayangkan berapa banyak, waktu, tenaga, pikiran, uang, dan segalanya yang telah kau korbankan! Bayangkan itu!

JADI TETAPLAH BERDIRI MESKI DUNIA MENCOBA MENJATUHKANMU

TETAPLAH MELANGKAH MESKI JALAN YANG HARUS KAU TEMPUH TERLAMPAU MENYAKITKAN

TETAPLAH BERSABAR MESKI KAU MERASA SUDAH AMAT TERTEKAN

“TETAPLAH BERUSAHA HINGGA RASA LELAH KELELAHAN MENGIKUTIMU” Prawitamutia

 

3 Hal yang Bisa Kamu Lakukan Saat Ada yang Bertanya ‘Kapan Lulus?’

download

Sumber

         Sebagai seorang mahasiswa, apalagi tingkat akhir pertanyaan ‘kapan lulus?’ pasti akan sangat sering terdengar dan ditanyakan oleh beberapa orang.  Apalagi jika telah memasuki tingkat 4 atau tingkat akhir, pertanyaan ‘kapan lulus?’ akan semakin sering kamu dengar. Entah itu ditanyakan oleh anggota keluarga, teman seumuran yang telah lulus terlebih dahulu ataupun oleh beberapa tetangga lingkungan sekitar rumah.  Sialnya, pertanyaan ‘kapan lulus?’ juga tak luput ditanyakan oleh beberapa orang terdekatku. Hal yang menyebalkan. Kadang dari sebuah pertanyaan tersebut membuatku bete setengah mati. Lebih lagi, jika si penanya menanyakan hal itu dengan maksud untuk membandingkan hidupku dengan teman-temanku yang notabene sudah lulus. Sering sekali pertanyaan seperti ‘kamu kok belum lulus, si A udah lulus loh. Udah kerja di perusahaan besar juga. Kamu gitu-gitu aja.’

          Pertanyaan ‘kapan lulus?’ menjadi pertanyaan klasik basa-basi yang seharusnya tak perlu ditanyakan. Mungkin si penyanya tak tahu efek dari pertanyaan tersebut. Sejujurnya pertanyaan tersebut kadang sampai membuatku insecure akan diriku sendiri karena memang tertinggal jauh dari mereka yang sudah lulus, ada perasaan tertekan juga bahwa aku harus seperti teman-teman lain yang sudah lulus dan bekerja di perusahaan besar. Nah, biasanya ada beberapa hal yang kulakukan ketika pertanyaan ‘kapan lulus?’ ditanyakan padaku :

  1. Senyumin Aja

Tersenyum adalah pilihan alternatif untuk menanggapi pertanyaan ‘kapan lulus?’ . Jika si penanya masih menanyakan dengan baik-baik dan tidak membandingkan hidupmu, kamu bisa Cuma tersenyum pada si penanya. Atau jika kamu sudah terlalu malas menanggapi pertanyaan tersebut, kamu cukup memberikan senyuman paling manismu. Hal ini juga menunjukkan bahwa kamu tak mau membahas apa yang ditanyakan, sehingga membuat si penanya akan mengalihkan pembicaraan pada topik yang lain.

 

  1. Jelaskan Apa yang sedang kamu lakukan saat ini

Biasanya orang-orang yang bertanya ‘kapan lulus?’ itu merupakan orang-orang tak tahu alasan kenapa kamu tertinggal dari rekan-rekanmu yang lain. Padahal ada beberapa alasan yang menyebabkan seseorang tertunda kelulusannya, contohnya karena harus bekerja sambil kuliah. Hal tersebut menyebabkan fokus seseorang menjadi terbagi dan tak bisa fokus pada kuliahnya. Atau bahkan harus mengambil cuti karena beberapa alasan. Jelaskan apa yang sedang kamu lakukan sekarang atau bisa juga menjelaskan sudah seberapa jauh skripsimu, dan ceritakan juga kesulitanmu saat menulisnya. Dengan begitu, bisa saja mereka jadi akan lebih menghargai perasaanmu yang tengah tertekan dalam pembuatan skripsi.

 

  1. Lulus bukan ajang cepet-cepetan

Katakan pada orang yang bertanya bahwa kelulusan bukan sebuah lomba lari, di mana kira harus saling mendahuli dan cepet-cepetan untuk lulus. Tak mau,kan, lulus tanpa hasil apa-apa dan hanya memikirkan kelulusan itu sendiri? Ada hal yang lebih penting dari kelulusan, yaitu menikmati prosesnya. Proses bagaimana sulitnya membuat skripsi, bagaimana menjengkelkannya revisian dan bagaimana susahnya mengejar-ngejar dospem untuk bimbingan yang ujung-ujungnya akan membuat skripsimu dicoret-coret. Jadi nikmati saja setiap proses menuju kelulusanmu. Cobalah untuk lebih fokus pada progress skripsimu jangan berfokus atau melirik pada temanmu yang lain yang sudah hampir menyelesaikan skripsinya dan sudah mendapatkan kelulusannya.

Jadi, siapa di sini yang sering dirikan pertanyaan klasik basa basi “kapan lulus?” jika ada yang mengalami pengalaman menyebalkan seperti diatas bisa dishare di kolom komentar,ya?

 

Salam

Pejuang skripsi

Teruntuk Si Pengkritik yang Berniat Untuk Menjatuhkan Semangat Orang Lain

 

 

Hola Hola

Aku hadir kembali dengan beberapa keresahan yang mengganjal di hati, langsung saja disimak tulisanku,ya?

 

index.png

 

Sumber

Pernahkah kalian dikritik? Pasti pernah. Oke kali ini aku ingin membahas soal kritikan. Jadi beberapa hari ini aku sering uring-uringan karena mengingat kritikan seorang teman soal tulisanku. Aku tahu kok, dalam kehidupan sehari-hari, kita tak akan pernah bisa lepas dari kritikan. Apapun yang kita lakukan selalu saja ada yang mengkritik, bahkan kegiatan atau hal baik yang kita lakukan pun masih dikritik apalagi hal buruk.

Menjadi seorang penulis memang tak akan lepas dari kritikan yang diberikan oleh si pembaca. Aku akui kritikan itu bisa bermanfaat sekali bagi seseorang untuk mengembangkan kemampuannya. Tapi, bagi seorang penulis pemula, sepertiku yang masih belajar menulis, mendapatkan kritikan yang cukup pedas itu hal yang paling menyakitkan dan benar-benar bisa menimbulkan mental block. Seperti yang sedang aku rasakan. Aku sempat berhenti menulis dan beranggapan bahwa aku tak mempunyai bakat dalam menulis. Tapi karena memang dari kecil aku sudah menulis, jadi aku benar-benar tak bisa berhenti menulis. Setiap ada masalah ujung-ujungnya ya nulis. Sayangnya, sekarang aku tak begitu bebas saat menulis. Ada ketakutan sendiri ketika menulis, ada perasaan takut salah, takut jelek dan lainnya. Dan Hal itu benar-benar mematikan kreatifitas dalam menulis. Jadi, daripada perasaan ini terus menghantui hatiku dan membuatku tak tenang, aku putuskan untuk menulis surat kepada seorang pengkritik.

 

Untuk orang yang telah mengkritik tulisanku,

Rasanya kritikanmu itu sudah sangat lama dilontarkan, tapi entah mengapa perasaan insecure dan tak percaya diri itu masih aku rasakan sampai sekarang. Sejujurnya, aku tak pernah mempermasalahkan sebuah kritikan. Justru aku sangat senang jika ada orang yang mengkritik tulisanku, karena itu bisa membuatku lebih belajar dan membuatku mengetahui kekurangan serta hal apa saja yang harus kuperbaiki.

Kuakui, tulisanku memang masih buruk. Tak kreatif, menye-menye, tak jelas akan menceritakan apa bahkan tak jelas ide pokok apa yang akan disampaikan. Aku sadar itu. Tapi mungkin kau tak mengetahui satu hal, semua orang tak begitu saja pandai dalam satu hal. Maksudku, penulis terkenal dan pelukis berbakat itu tidak lahir begitu saja. Ada proses panjang. Ada pembelajaran yang banyak ia ambil. Ada jam terbang yang cukup lama yang membuat seseorang bisa ahli dalam satu hal. Mungkin kau belum menyadarinya. Mungkin kau menganggap bahwa aku tak akan penah bisa menjadi seorang penulis berbakat hanya karena sekarang masih menghasilkan karya yang begitu buruk.

Hey, tahukah kau? Kau tahu Stephen King? Iya seorang penulis yang karyanya sering ditolak atau J.K. Rowling, penulis novel best seller Harry Potter yang begitu terkenal? Hey, mereka pun sama sepertiku, mereka tidak begitu saja pandai menulis dan menghasilkan karya yang luar biasa bagus. Semua butuh proses. Lalu, kenapa kau bisa begitu mudahnya mengkritik tulisanku? Mengatakn bahwa aku tak akan bisa menjadi seorang penulis?

Kau tahu,tidak? Aku kadang berpikir bahwa kau bukannya ingin membuatku berkembang tapi justru ingin menjatuhkanku. Tidak. Bukan maksudku untuk berpikiran negatif hanya saja… apa kau pernah membaca tulisanku? Jika diingat-ingat, kau sama sekali tak pernah membaca tulisanku. Lalu kenapa kau bisa begitu mudahnya menyimpulkan bahwa tulisanku buruk, menye-menye, ga jelas, dan cuma membahas soal cinta. Padahal, jika kau pernah berkunjung dan membaca tulisan di blogku ini, kau tidak akan menemukan tulisan soal percintaan sama sekali. Jika pun ada itu hanya satu tulisan. Dan itu aku tulis karena aku berharap seseorang yang aku tujukan bisa membacanya. Tidak,kah,itu cukup aneh? Bukan,kah,kamu melakukan itu karena kau ingin menjatuhkanku? Atau mungkin karena kau iri padaku? Atau apakah kau merasa dirimu lebih hebat dariku sehingga bisa dengan mudahnya mengkritik dan mengatakan kata-kata kasar seperti itu?

Entah aku harus membencimu atau berterimakasih. Karena sejujurnya karena dirimu lah, aku jadi tahu bahwa perkataan itu lebih menyakitkan dari sebuah pukulan. Aku jadi tahu bahwa sesuatu yang tidak tajam dan terkesan lembut pun bisa begitu menyakiti, ya seperti lidahmu itu. Lidahmu itu tidak begitu tajam ataupun keras seperti pisau, tapi ketika kau sudah mengatakan sesuatu bisa amat sangat menyakiti orang lain.

Aku beritahu padamu satu hal. Jika nanti kau mau mengkritik ku lagi, lakukanlah dengan benar. Bacalah tulisanku terlebih dahulu! lalu berilah kritikan setelah membaca dan menemukan sesuatu yang aneh di sana. Jangan pernah mengkritik sebelum kau tahu sepenuhnya. Aku juga ingin mengatakan sesuatu padamu, Setidaknya aku sudah berani berkarya walau tulisanku buruk. Lalu, apa yang sudah kau lakukan? Hanya mengkritik,kan? Selamat menjadi seorang pengkritik. Tolong jangan lupa berubah, ya? Karena jika kau tidak berubah,kau tidak akan pernah maju dan hanya akan menjadi seorang pengkritik yang mengurusi orang lain tapi tak pernah mengurusi dirimu sendiri.

Terimakasih atas kritikanmu! Semoga suatu hari nanti aku bisa membuktikan bahwa setidaknya ada satu atau dua orang yang tergetar hatinya ketika membaca tulisanku dan menggangguk setuju atas opini yang kutulis. Terimakasih ya! Aku tak akan berhenti menulis!

Menikah itu…..

index

sumber

Bismilahirhmanirahiim

Hola hola hola

Mumpung masih suasana lebaran, sekalian aja deh aku mau ngucapin minal aidzin wal faidzin ya buat yang suka baca tulisanku *overconfident *padahalgaada

Kali ini aku mau bahas soal stereotype masyarakat di desaku. Berharap tak ada warga atau tetangga yang baca karena bisa berabe kalau baca. Ok back to topic, jadi setiap lebaran itu ada kebiasaan yang rasa disetip daerah pun sama yaitu nikahan. Iya di moment-moment lebaran seperti sekarang, banyak sekali acara nikahan yang diselenggarakan dan dilangsungkan. Mungkin acara pernikahan seperti itu diadakan sengaja sekaian reuni dengan teman-teman lama, berkumpul dan mengobrol ngalor ngidul soal masa lalu entah itu saat masih SD, SMP, SMA ataupun kuliah. Kebiasaan itu teras berlangsung, dan kadang setiap hari ada saja acara nikahan yag dilangsungkan. Hampir satu minggu setelah lebaran kita akan terus dihadiahi undangan dan rencan untuk menghadiri acara pernikahan.

Dan alasan aku menulis adalah karena keresahanku dan kegelisahanku yang memiliki perbedaan pandangan atau pemikiran dengan temanku.

Jadi ceritanya, aku yang belum menikah dan jomblo ini, kadang sering merasa takjub dan salut kepada teman-teman seangakatan atau bahkan usianya jauh di bawah usiaku yang memilih untuk menikah muda. Dan saya selalu penasaran bagaimana perasaan mereka sebelum menikah. Percakapan dimulai ketika aku mulai bertanya dengan seorang teman “Kamu yakin udah siap nikah? Kalo aku mah jujur aja belum siap. Masih ga yakin bisa jadi ibu dan istri yang baik. Apalagi jadi ibu yang baik.” Lalu teman say menjawab

“siap ga siap sih. Ya emang kita harus nikah. Dan suatu hari nanti juga kamu ngalamin apa yang aku alami. Sejujurnya aku belum siap. Tapi.. ketika ada yang berniat baik, kenapa mesti menunda.”

“kamu belum siap? Kirain aku kamu udah siap. Terus apa yang bikin kamu belum siap buat nikah?”

“aku belum bisa masak. Belum bisa mengurus urusan rumah.” Dan jawaban seperti itu selalu yang aku daptkan setiap aku bertanya pada teman-teman yang akan menikah.

Nah jadi kesimpulan dari percakapan diatas itu apa? Dari percakapan di atas aku bisa menyimpulkan dua hal.

Satu, menikah itu soal keberanian. Bukan kesiapan. Iya, ada hal-hal yang melatarbelakangi seseorang menikah yaitu keberanian. Keberanian mengambil resiko dalam pernikahan. Keberanian dalam menanggung tanggung jawab yang besar dan kebernian dalam menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi.

Mereka yang sudah menikah sepenuhnya belum siap ketika akan menikah. Banyak yang masih belajar masak ketika sudah menikah. Banyak yang bahkan tak bisa melakakun pekerjaan rumah. Keberanian menjadi hal paling penting dalam pernikahan bukan kesiapan, karena rasanya tak ada yang benar-benar merasa siap untuk menikah. Pernikahan itu butuh keberanian dan kemauan. Itu saja sebenarnya.

Kedua, lagi. Masih ada perempuan yang memiliki persepsi tentang menikah adalah soal menjadi istri yang baik dan bukan ibu yang baik. Darimana aku menyimpulkan hal tersebut? Tentu dari percakapanku dengan teman-teman yang lebih pusing dan merasa tak siap menikah karena tak bisa memasak. Mereka lebih pusing tak bisa menjadi istri yang baik daripada menjadi ibu yang baik. Mereka lupa bahwa peran seorang perempuan dalam berumah tangga bukan hanya sekedar menjadi istri yang baik tapi juga menjadi seorang ibu yang baik.

Tahu,kah,bagaimana reaksi mereka ketika aku berkata pada mereka tentang ketidaksiapan ku dalam menikah karena aku takut tak bisa menjadi ibu yang baik dan mengurus anakku dengan baik? Mereka berkata bahwa mengurus anak itu termasuk hal yang mudah karena rata-rata diantara mereka sering bercengkrama dengan keponakan mereka yang notabene anak kecil.

Bahkan mereka berpikir bahwa mengurus anak itu hanya tentang persoalan memberi makan, memandikan dan yang lainnya. Padahal mengurus anak tidak sesimple itu, kita harus benar-benar memperlakukan mereka dengan baik, memfasilitasi mereka dengan fasilitas yang memadai dan tentu tugas seorang perempuan untuk anaknya adalah menjadi madrasah bagi anak-anaknya. Pendidikan karakter anak berawal dari seorang ibu, bagaimana seorang anak berprilaku dan berkepribadian tergantung dari bagaimana seorang ibu mendidik anaknya. Tak hanya itu saja, anak juga sebisa mungkin tak mengalami luka yang berasal dari rumah mereka. Banyak anak-anak yang mengalami trauma dan luka psikis yang disebabkan dari suasana rumah yang tak menyenangkan.

 

HelpNona Writing Contest : 4 Alasan Kenapa Kamu Tak Perlu Terlalu Memusingkan Status Singlemu

imagessumber

Perempuan merupakan makhluk paling sensitif. Dan salah satu hal yang bisa membuat perempuan menjadi sensitif adalah ketika disinggung pertanyaan klasik ‘kapan nikah ?’ Sering,kan,pertanyaan klasik seperti itu didengar ? seperti ketika datang ke acara nikahan teman, lalu tiba-tiba ditanya ‘ Kamu kapan nyusul ?’ atau ketika kumpul bersama keluarga saat hari raya dan pertanyaan klasik ‘Wah.. kamu mana pacarnya ? Kok ga pernah dibawa ke rumah? Kapan nikahnya?’ kembali dilontarkan oleh beberapa anggota keluarga.

Banyak orang indonesia yang beranggapan bahwa perempuan itu harus menikah sekitar umur 20-25an tahun. Ada beberapa hal yang menyebabkan seseorang belum menikah walaupun usianya sudah tidak ‘produktif’ lagi, ada yang karena memang belum siap, masih ingin mengejar karir ataupun karena trauma terhadap pernikahan orang tuanya.

Perkataan dan persepsi masyarakat soal menikah itu kadang keterlaluan. Masyarakat bahkan kadang menghakimi mereka, dan tak banyak dari masyarakat mengatakan kata-kata tak pantas dan pedas seperti ‘wah si A belum menikah, enggak laku tuh. Masa udah umur segitu belum menikah.’ atau lebih pedas dari kata-kata tersebut.

Bukan hanya orang lain yang berkomentar dan memberikan pertanyaan klasik tersebut. Bahkan kadang keluarga sendiri pun ikut campur dalam hal tersebut. Dan mirisnya lagi, banyak keluarga bahkan orang tua yang mendesak anaknya untuk menikah di usia muda hanya karena tak mau mendapat omongan dan kritikan dari tetangga sekitar.

Kadang hal tersebut menjadi suatu dilema tersendiri bagi perempuan. Membuat seorang perempuan uring-uringan dan bahkan kadang membuat perempuan yang masih single merasa insecure berada di lingkungannya sendiri. Lebih lagi, kadang ada yang tak peduli pada dirinya sendiri dan memilih menikah secara terpaksa hanya karena ingin membungkam perkataan mereka. Untuk kamu, nona yang saat ini sudah melewati usia ‘produktif’ untuk menikah. Tak usah berkecil hati. Tak perlu minder dan insecure. Tak perlu mendengarkan ucapan orang lain dan membuat mu jadi terburu-buru menikah hanya karena ucapan orang lain. Tingkatkan lagi self repectmu, bahagia itu kamu yang ciptakan bukan orang lain. Menikahlah demi kebahagiaanmu, bukan karena tuntutan dari sekitar. Nah berikut merupakan 4 alasan kenapa kamu tak perlu terlalu memusingkan status single mu :

  1. Usia lebih dari 25 belum menikah bukan dosa kok

Nona, usia lebih dari 25 tahun tapi belum menikah bukan dosa kok. Tak ada ulasan dan penjelasan di al-qur’an dan hadist bahwa wanita harus menikah di usian 20an. Jodoh tak pernah tahu kapan datangnya. Ada yang cepat dan ada yang butuh proses. Jadi nona, Jika di usiamu sekarang lebih dari 25 tahun tapi masih belum menemukan jodoh, maka itu artinya Tuhan sedang mempersiapkan jodoh terbaik untukmu. Jadi tegakkan kepalamu dan mulai lah berpikiran positif bahwa jodohmu akan segera hadir dalam hidupmu. Tak perlu menyalahkan dirimu sendiri dan tak perlu merasa minder atas semua perkataan orang terhadapmu.

  1. Tak perlu mendengarkan kritikan orang lain

Sekali lagi. Kamu berdiri dengan kakimu sendiri. Kamu tak menyusahkan mereka yang mengkritikmu. Tak perlu mendengarkan omongan dan kritik mereka. Jangan sampai karena omongan dan kritik mereka membuatmu ingin segera mengakhiri masa sendirimu dan membuatmu memilih pasangan yang tak kamu cintai. Seolah-olah pernikahan hanya sebagai sebuah cara untuk membungkam mulut yang mengkritikmu.

  1. Jadikan masa sendirimu sebagai ajang pemantasan diri

Terdengar klise memang. Tapi, bukan kah segala sesuatunya memerlukan usaha? Dan salah satu usaha untuk mendapatkan jodoh terbaik adalah dengan cara memantaskan diri. Tak ada yang pernah tahu seperti apa jodoh mu, tapi satu yang pasti di dalam al-qur’an dijelaskan bahwa perempuan yang baik untuk lelaki baik, dan begitu pun sebaliknya, mungkin di sana jodohmu sedang menunggumu dan memantaskan dirinya untukmu. Bisa jadi jodohmu itu merupakan orang baik yang istimewa sehingga kamu perlu berusaha keras untuk mendapatkanya. Jadi, hapuslah air matamu, lupakan semua perkataan orang-orang yang mengkritikmu. Tataplah masa depan ! perbaiki dirimu dan jemputlah jodohmu!

  1. Memiliki status single itu menyenangkan loh

Siapa bilang kalau single itu selalu galau, gloomy dan menyedihkan. Banyak hal menyenangkan yang hanya bisa dirasakan saat kamu masih single, yaitu kamu bisa bebas bergaul dengan siapa pun tanpa ada yang melarang, bisa melakukan dan mengejar karir yang kamu impikan. Nikmati masa singlemu.

Jadi Mulai sekarang tegakkan kepalamu! Langkahkan kakimu untuk mencari cinta sejatimu!

 5bhelpnona5d_writing_comp_banner

helpnona writing contest

Menyembuhkan Luka Karena Kematian

kematian1.jpg

sumber

              Ketika menulis ini, sejujurnya aku sedang begitu merindukan ibuku. Ibuku sudah meninggal tiga tahun yang lalu. Ya, topik yang aku bahas kali ini memang tak jauh sekitar ibu dan kehilangan. Jangan tanya kenapa, karena memang itulah yang sedang kurasakan sekarang.

Kalian semua, adakah yang pernah mengalami kehilangan ? Adakah yang pernah ditinggalkan oleh seseorang yang paling disayangi karena kematian ? jika aku bertanya bagaimana perasaan kalian sekarang setelah waktu berlalu dan kalian menyadari bahwa sudah tak ada lagi orang yang kalian sayangi ? Bagaimana perasaan kalian ketika tiba-tiba rindu menghampiri dan semua bayangan tentang dia yang pergi kembali menyeruak ? Jawabannya pasti bervariasi. Aku pernah membaca sebuah quote dalam novel remeber when, aku lupa siapa yang mengatakan quote itu tapi si tokohnya ada yang pernah berkata ”Luka kehilangan karena kematian itu tak akan bisa begitu saja dilupakan.”

Aku kurang begitu mengingat detailnya tapi intinya adalah sebuah luka kehilangan karena kematian itu sangat sulit untuk disembuhkan. Perlu waktu lama untuk menyembuhkannya. Dan aku pun mengalami hal ini. Even it has been 3 years. This pain is always same as the day when she passed away. Rasa sakitnya masih sama saat beliau pergi 3 tahun lalu. it menas that i can’t heal myself. sekarang, perasaanku jauh lebih baik dari sebelumnya. Dulu, aku masih sering melakukan pengandaian-pengandaian, seolah menolak takdir. Kali ini aku akan memberitahu hal apa saja yang harus dilakukan untuk mengurangi luka kehilangan tersebut, Berikut diantaranya :

 

  1. Menangislah

Ketika kalian mendapati fakta bahwa orang yang paling kalian sayangi pergi, jangan ragu untuk menangis. Menangislah sampai puas. Menangislah sampai rasanya air mata kalian akan mengering. Luapkan semua kesedihan tersebut lewat tangisan. Jangan menahannya, karena ketika perasaan sedih tersebut terus ditahan justru akan menjadi bom waktu dikemudian hari yang akan meledak suatu saat nanti dan puncaknya akan terus merasa bersalah. Luapkan semua perasaan yang sedang dirasakan saat itu juga.

 

  1. Kematian itu pasti

Setelah meluapkan semua emosi. Mulailah berpikir dan ingat satu hal bahwa kematian itu pasti. Di dunia ini tak ada kata pasti, semua hanya kesempatan-kesempatan yang berlalu lalang dalam hidup kita. Tapi kematian itu pasti. bukankah sudah dijelaskan dalam al-qur’an bahwa semua yang ada di dunia ini milikNya yang sewaktu-waktu bisa saja diambil. Begitu pun orang kita Sayangi. Tak ada yang bisa menghindari kematian. Jika boleh jujur, aku sempat tersadar karena suatu kata yang aku tulis sendiri di sebuah buku harian, isinya begini ”siap atau tidak sekarang atau nanti semua orang pasti akan mengalami kehilangan, atau mungkin suatu hari nanti kita sendirilah yang akan meninggalkan.”

 

  1. Menulislah

Dulu ketika ibuku meninggal aku selalu menulis. Menulis apa saja, menulis semua perasaan yang kurasakan. Aku pun sering menulis surat untuk ibuku. Ya itu memang terlihat gila, karena kutahu ibuku tak akan membacanya. Tapi menurut penelitian, menulis bisa merelease perasaan dan menstabilkan emosi seseorang percaya atau tidak percaya, tapi perlahan-lahan setelah aku sering menulis, perasaanku berangsur-angsur membaik.

Sekian tulisan dariku. adakah di sini yang ingin sharing tentang pengalamannya yang harus menghadapi sebuah kehilangan kematian? atau adakah di sini yang sedang dan masih berusaha menyembuhkan lukanya karena kematian sepertiku ? Silahkan share di kolom komentar,ya!

 

Mirisnya Kejahatan Seksual yang Marak di Indonesia

 

kasus

sumber

Sebenarnya ini hanya sebuah cuap-cuap yang mungkin akan terlihat tak begitu penting dan (sok) tahu akan mirisnya kasus pemerkosaan di Indonesia.

Iya, alasan saya menuliskan tulisan ini adalah karena saya merasa cukup gatal dan prihatin dengan peristiwa atau kasus pemerkosaan di Indonesia, selain itu karena memang saya dan teman sekampus saya pun sudah begitu sering sharing pendapat tentang kasus pemerkosaan yang terjadi akhir-akhir ini. Masih ingatkan tentang kasus pemerkosaan yuyun ? gadis yang duduk di bangku SMP yang diperkosa oleh 14 orang pemuda tetangga nya sendiri. Semenjak tereksposenya kasus pemerkosaan yuyun, semakin hari semakin banyak berita tentang pemerkosaan yang bermunculan.

Jika ada yang bertanya kenapa sekarang banyak kasus pemerkosaan dibanding dulu,menurut saya, sebenarnya, kasus pemerkosaan di Indonesia dulu pun banyak terjadi namun tidak terekspose di media massa, dan sontak ketika ada berita tentang yuyun tersebut yang mengundang banyak simpati dari kalangan pihak, hal tersbut memicu banyaknya kasus pemerkosaan yang terendus dan diekspose oleh media.

Selama ini kasus kejahatan seksual cenderung ditutup-tutupi oleh pihak-pihak tertentu termasuk korban sendiri. Korban dalam kasus tersebut biasanya cenderung tertutup dan tak mau melaporkan peristiwa yang menimpa mereka. Alasannya klise, karena mereka malu atau kadang orang-orang sudah mempunyai stereotype atau persepsi bahwa korban ikut andil dalam kasus kejahatan tersbut. Sering,kan, orang-orang yang berkata “Balik lagi ke ceweknya, kalau emang ceweknya bener dan berpakaian sopan pasti ga akan kejadian.”

Sejujurnya saya agak kesal mendengar pernyataan tersebut, dalam pernyataan tersebut seolah-olah mereka justru menyalahkan perempuan yang menjadi korban, sebut saja kasus yuyun, ada saja orang yang berkomentar seperti itu saat kasus tersebut mencuat ke media, padahal jika ditelisik, peristiwa tersebut terjadi ketika dia pulang sekolah dari rumahnya. Hey, mana mungkin ada pelajar yang berpakaian seksi. Oke, mungkin di zaman seperti ini banyak pelajar yang berpakaian tidak seharusnya dan mengikuti acara-acara tv, tapi menurut saya, untuk ukuran anak SMP, tidak mungkin dandanannya begitu mencolok ataupun tidak sepantasnya, karena anak SMP itu cenderung lebih polos.

Bukan hanya itu saja, kemarin saya baru saja meonton berita tentang seorang gadis yang menjadi korban pemerkosaan 4 orang pemuda di kampungnya daerah Sidoarjo, inisialnya NA. Dia menjadi korban pemerkosaan dan sekarang tengah hamil 8 bulan, lebih ironisnya lagi banyak warga yang tak mengetahui bahwa NA diperkosa. Warga desa justru menganggap NA sebagai anak yang tidak baik karena hamil di luar nikah, selain itu dia juga sempat diusir dari kampung dan terpaksa menetap di tempat bekas kandang bebek milik seorang warga yang masih berbaik hati. Miris. Lihat ? bagaimana warga kita kadang tidak adil pada rakyat miskin. Belum lagi, kadang hukuman yang diberikan pada tersangka tidak sesuai dengan perbuatan yang telah mereka lakukan.

Dari cerita Na, kita bisa tahu bahwa bisa jadi ada banyak kasus seperti na atau yuyun di indonesia yang belum di ekspose oleh media, dan betapa mirisnya hidup mereka. Lagi-lagi wanita yang jadi korban. Entah karena tingkat pendidikan wanita di indonesia yang masih rendah atau memang hukum di Indonesia yang belum memihak pada kaum perempuan.Semoga dengan disahkannya UU kebiri untuk kejahatan seksual bisa menjadi salah satu solusi mengurangi kejadian yang sering terjadi akhir-akhir ini serta bisa memberikan efek jera pada pelaku.

4 Hal Ini Mengalami Perubahan Seiring Semakin Berkembangnya Teknologi

 teknologisumber

 

 

Indonesia mengalami perkembangan teknologi informasi yang sangat pesat 10 tahun terakhir.

Perkembangan tersebut membawa perubahan-perubahan yang sangat signifikan dalam gaya hidup setiap masyarakatnya. Tentu, hal pertama yang sangat jelas terjadi adalah semakin mudahnya masyarakat berkomunikasi, selain itu masyarakat menjadi semakin mudah dalam melakukan berbagai hal. Dari mulai dalam hal belajar dan pembelajaran, kegiatan perdagangan, dll.

Dan berikut merupakan perubahan-perubahan pola hidup yang terjadi dalam masyarakat Indonesia, yaitu :

 

  1. Komunikasi

Hal paling pertama yang sangat terasa dampaknya saat hadir teknologi informasi di Indonesia adalah masyarakat indonesia bisa sangat mudah berkomunikasi dengan siapa saja, di mana saja dan kapan saja. Tak heran jika ada celetukan yang kadang terdengar di antara kita ” Teknologi itu mendekatkan yang jauh dan menjauhkan yang dekat.”

Tak dapat dipungkiri bahwa teknologi membawa dampak yang besar, kadang masyarakat cenderung individual dan lebih fokus pada gadget mereka. Pernahkah melihat ketika ada sekumpulan orang-orang berkumpul di sebuah kafe atau di mana pun, mereka tidak berbicara satu sama lain tapi justru menatap gadget mereka masing ? Itu sering terjadi dan memang itulah faktanya.

 

  1. Informasi

Perubahan kedua adalah Semakin mudahnya kita mendapatkan informasi. Jika dulu kita hanya bisa mendapatkan informasi dari sebuah surat kabar ataupun televisi, sekarang di mana pun kita bisa mendapatkan informasi. Banyak media-media online yang menyediakan bermacam informasi dan hanya dalam hitung detik saja kita bisa mengetahui informasi tersebut. Tak hanya media-media online saja. Tapi sekarang banyak blogger-blogger yang memberikan berbagai informasi, jika dulu kita menanyakan sesuatu pada orang lain sekarang jika kita tak  mengetahui suatu hal maka hal pertama yang kita lakukan pasti membuka gadget kita dan menuju google serta mengetikan keyword yang akan kita cari. simple dan mudah. Tentu jika digunakan dengan baik hal tersebut sangat-sangat bermanfaat.

 

  1.  Permainan

Sadar tidak sih jika sekarang banyak anak kecil yang jarang terlihat main di halaman rumah dan berkumpul bersama anak-anak yang lain ? Perkembangan teknologi informasi membawa perubahan bagi anak-anak, jika dulu mereka bermain dengan teman sebayanya dan memainkan permainan tradisional, sekarang mereka lebih senang berdiam diri dan memainkan gadget mereka. Bahkan bukan tidak mungkin anak-anak sekarang tak mengatahui nama-nama serta bentuk dari mainan-mainan tradisional yang sudah jarang dimainkan itu. Jangankan di kota-kota besar, di daerah pedesaanpun sangat jarang menemukan anak-anak yang bermain mainan tradisional. Selain itu, sekarang permainan tradisional sudah ada yang dimuat dalam bentuk game, contohnya kelereng marbels, let’s get rich, dan congklak machine indonesia. Games tersebut dibuat oleh game developer asal indonesia yang berharap anak-anak indonesia mengetahui permainan tradisional dan tetap memainkan permainan tersebut walaupun melalui gadget atau tablet mereka.

 

  1.  Fenomena Selebtwit dan Selebgram

 

Kita pasti pernah dan sering mendengar istilah selebtwit dan selebgram. Ia seseorang yang biasanya mempunyai influce cukup besar bagi followersnya. Dan biasanya mereka di-endorse oleh beberapa produsen untuk memberikan informasi terhadap produk tersebut.

Indonesia sendiri merupakan negara dimana pendudukanya sangat mudah terpengaruh, penduduknya cenderung membutuhkan review akan suatu produk tertentu, kadang terasa aneh jika hendak membeli suatu produk tanpa bertanya terlebih dahulu akan produk tersebut. Tak heran jika fenomena selebtwit dan selebgram sangat terkenal di indonesia. Selain itu, saat ini semakin berkembangnya teknologi semakin mudah pula kita melakukan berbagai hal, salah satunya adalah berbelanja. jika dulu kita harus pergi ke pasar atau supermarket untuk membeli barang-barang yang kita inginkan, sekarang kita hanya perlu membuka gadget atau tablet kita untuk berbelaja barang yang diinginkan.

 

Nah itulah beberapa hal yang telah berubah seiring dengan berkembangnya teknologi di indonesia. Semoga kita bisa lebih bijak dalam menggunakan teknlogi.

Mempercayai Kemampuanmu

index.jpg

 sumber

“Hal yang paling menyedihkan itu bukan ketika orang lain tak mempercayai kemampuanmu, tapi ketika kau tak percaya pada kemampuanmu sendiri, karena pada titik itu kau akan berhenti mencoba.”

Kamu pasti pernah disepelekan,bukan ? mungkin pernah mungkin juga tidak. Kalau misalnya ada yang mengatakan ‘Emang kamu bisa ?’ ke kalian pernah tidak ?

Percayalah omongan-omongan seperti itu sebenarnya tak terlalu buruk, karena dengan adanya orang-orang yang berbicara seperti itu padamu, secara tidak sadar kamu pasti akan berusaha dan membuktikan pada mereka bahwa kamu bisa, dan kamu mampu. Ya, Omongan dan cercaan orang-orang justru akan membuatmu semangat, membangkitkan semangatmu yang telah hilang atau tiba-tiba saja hilang.

Lalu, bagaimana kalau kamu tidak mempercayai kemampuanmu sendiri. Kamu pernah tidak merasa minder pada dirimu sendiri dan merasa bahwa kamu tak mampu melakukan sesuatu yang selama ini orang lain remehkan ? lalu kamu pun mulai mempertanyakan “ Aku bisa ga ya ?”, “Pasti ga bisa.”, “kayaknya aku ga bisa deh.”

Saat pertanyaan-pertanyaan seperti itu muncul dalam benakmu, saat itu juga kamu sedang tak mempercayai dirimu sendiri, saat itu juga kamu sedang merendahkan dirimu sendiri. Dan sialnya, saya sedang mengalami hal seperti itu. Menyebalkan. Di sisi lain, saya masih ingin melakukan sesuatu hal yang saya yakini sebelumnya, di lain sisi, logika saya terus mempertanyakan “emang kamu bisa?”

Sejujurnya, Saya ingin mengikuti lomba #bloggerdreamteam raditya dika, saya bahkan sudah mendaftarkan diri dan menyimpan sebuah ide yang akan saya eksekusi tapi karena hal tersebut saya jadi mengurungkan niat tersebut. Ide yang beberapa hari ini muncul saya singkirkan, saya endapkan begitu saja dalam draft, dan tak tersentuh sama sekali. Setiap kali saya mencoba untuk menulis, saat itu juga saya berhenti dan hanya menghasilkan beberapa kalimat saja. Menyebalkan. Seperti quote yang sudah saya tuliskan di atas, bahwa hal yang paling menyedihkan itu adalah ketika kamu sudah tak mempercayai kemampuanmu sendiri. Pada titik itu kamu akan berhenti mencoba, Akan ada ketakutan yang terus membatasi gerakmu dan membuatmu tak bisa bergerak hingga akhirnya tak ada yang bisa kamu lakukan, lalu kamu akan mengatakan ‘tuhkan bener, aku ga bisa’ sebagai pembenaran atas sugesti kita sendiri. Sebenarnya hal tersebut bukan karena kamu tak mampu tapi karena kamu terlalu terpaku pada sugestimu sendiri. Dan berikut adalah hal-hal yang sering saya lakukan ketika saya merasa minder dan tak percaya pada kemampuan saya sendiri :

  1. Yakinlah bahwa kamu tercipta dengan kemampuan yang istimewa

“Sesungguhnya kami telah menciptakan manusia dalam bentuk yang sebaik-baiknya.” (Qs. At-Tin 95:4)

“Dan sesungguhnya telah kami muliakan anak-anak adam, Kami angkut mereka

daratan dan di lautan, kami beri mereka rezeki dari yang baik-baik dan kami lebihkan mereka dengan kelebihan yang sempurna atas kebanyakan makhluk yang telah kami ciptakan.”(Qs. Al-Isra 17:70)

Dalam kedua ayat tersebut sudah dijelaskan bahwa kita semua sudah dilengkapi oleh kelebihan dan keistimewaan yang berbeda dibandingkan dengan makhluk lain di bumi ini. Jadi sudah seharusnya kita bersyukur dan memanfaatkan kelebihan tersebut. Yakinlah bahwa kita mampu melakukan apa yang ingin kita lakukan (dalam hal yang bersifat positif) karena kita memiliki akal. Tapi kita juga jangan lupa bahwa potensi yang kita miliki harus kita asah dan jangan dibiarkan begitu saja, contohnya saja passion. Bekerja karena passion itu memang menyenangkan, tapi belum tentu passion kita bisa kita jadikan sebagai pekerjaan. Kita harus profesional dulu terhadap apa yang menjadi passion kita. Passion itu tidak sehari dibentuk, butuh proses yang panjang.

  1. Stop mengatakan “aku ga bisa.

Sadar atau tidak, kadang perkataan itu mampu mempengaruhi psikologi seseorang. Jadi ketika rasa minder mulai muncul, coba hilangkan perasaan tersebut. Atau paling tidak berhentilah mengatakan ‘aku ga bisa.’ Dan ubahlah kata tersebut dengan ‘aku pasti bisa.’ Hal tersebut bisa mempengaruhi mu dan membuatmu semangat lagi.

  1. Jangan Batasi dirimu dengan rasa takut akan gagal

Biasanya rasa minder dan rasa tak percaya diri pada kemampuan sendiri itu disebabkan karena rasa takut yang berlebihan yang kita rasakan. Hal tersebut membuat gerak langkahmu terbatas dan membuatmu berhenti untuk mencoba. Hal tersebut lah yang paling membahayakan, karena ketika kamu mengalami hal tersebut kamu akan terus dan terus merasa takut. Contohnya, si A sudah mengirim naskahnya ke sebuah penerbit dan ternyata naskah tersebut sudah berpuluh kali ditolak. Jika si A merasa takut untuk ditolak kembali dan memilih untuk tak mengirim naskah itu sendiri, maka selamanya naskah tersebut tidak akan pernah menjadi buku.

Oke that’s all from me, bagi yang mempunyai pengalaman seperti di atas dan percaya diri akan kemampuannya bisa komentar di koloom komentar ya ….. 🙂